Pada sore hari, di lain hari , Aarick terlihat berkumpul bersama dua temannya, Rudolf dan Tommy. Ketiganya sedang berada di sebuah kafe. Mereka bertiga jarang menghabiskan waktu bersama akibat padatnya kesibukan masing-masing. "Bagaimana dengan pacarmu itu, Tom?" Aarick bertanya pada pria berkulit putih itu. "Apa hubungan kalian masih lanjut?" "Ya, begitulah, dijalani aja. Selagi ada uang yang mengalir terus menerus, dia pasti bertahan, tapi kalau tidak ada, jangan harap dia mau bertemu," Tomi memasang tampang geramnya. "Dunia ini sangat kejam, Bro, tidak ada yang ikhlas menerima kita, apalagi jika mengetahui pekerjaan kita yang sebenarnya." "Kalau begitu kenapa masih dilanjutkan? Kenapa tidak mencari yang lain aja? Kalau perlu gak usah punya pacar, buang-buang duit aja," Aarick berkata dengan pemikirannya sendiri. "Betul itu," Rudolf menimpali. "Sudah tahu perempuannya mata duitan, masih aja dipertahankan," t
Last Updated : 2026-04-23 Read more