Bagian 2. Kesalahan Terindah Dulu. Mendengar derap langkah kaki yang menjauhi kamarnya, Dewi Hanum kembali menangis sejadi-jadinya. Ia ingin wajah cantiknya kembali seperti dahulu. Iblis Leozard pasti jijik melihat wajahnya yang buruk rupa. Lelaki itu pasti berpaling dan meninggalkannya. “Permaisuriku~” Suara itu .... Dewi Hanum menoleh, terkejut saat melihat kehadiran Iblis Leozard di kamarnya. "Tuanku? Sejak kapan kau-" Mengingat kondisi wajahnya, ia segera berlari ke arah balkon kamar, menghindar. "Pergilah, Kiraz …." Iblis Leozard memeluknya erat dari belakang. "Bagaimana pun keadaanmu, aku takkan pernah berpaling darimu, Permaisuriku. Aku pun takkan pernah meninggalkanmu sekalipun kau sendiri yang memintaku pergi." "Tetapi wajahku-" "Di mataku, kaulah yang paling cantik, Istriku. Aku mencintaimu bukan karena keelok
Read more