Aku memutar bola mata, padahal pas ke sini udah dandan cetar membahana, tapi gara-gara tadi sempat cuci muka ... luntur semua make up dan skincare jadinya keliatan kembali gembel. Pria bermasker dengan cupluk dan masker itu mulai menyalakan sesuatu yang kutahu semacam alat perekam mini. "Ya, anggap aja begitulah biar cepet. Ada apa, sih, A? A'a-nya siapa pake bawa-bawa kamera sama alat perekam segala, bukannya acara di sini privat, ya. Gimana caranya bisa masuk?" Antara kesal heran aku ngomel sendiri. "Saya kasih 1 juta, tapi jangan bilang-bilang! Saya cuma mau minta konfirmasi aja, kok. Apa benar yang melangsungkan resepsi hari ini Pak Ferdy dan Evony yang artis itu?" Aku terdiam sejenak. Paling sebel kalau ditanya-tanya begini. Kalau salah ngomong gimana? Tapi, sejuta lumayan juga. "Ng, sebenernya itu--hmmpt." Belum sempat menjawab, mulutku sudah dibekap seseorang dari belakang. Wangi tubuh ini kukenali, belum lagi dari tangannya menguar bau tembakau. "Cepat pergi selagi
اقرأ المزيد