"Bapak tidak perlu repot-repot menghubungi Mama," sahut Ghea Paramita cepat, berusaha memotong rencana suaminya. "Saya bisa meminta bantuan Tiara, sahabat saya, untuk menemani saya ke rumah sakit nanti."Mendengar penolakan halus tersebut, Arishen Mahendra hanya memberikan satu anggukan pendek yang menyetujui. "Kalau begitu, aku akan menginstruksikan Bambang untuk mengantarkanmu ke sana hari Jumat nanti.""Terima kasih banyak, Pak Aris," jawab Ghea ramah. Setelah menyelesaikan kalimatnya, ia kembali menundukkan kepala, memfokuskan atensi matanya pada rentetan draf jadwal kerja yang tertera di layar ponselnya.Begitu mobil sedan mewah mendarat di lobi drop-off Mahendra Group, kedua anak manusia itu melangkah keluar secara berurutan. Ghea berjalan mengekor beberapa langkah di belakang punggung tegap Arishen saat mereka menaiki lift eksekutif menuju ke lantai atas.Namun, begitu pintu lift berdenting terbuka di lantai kantor eksekutif, pemandangan di depan selasar ruang kerja CEO seketik
Mehr lesen