“Selamat datang Dokter Arjuna,” sapa Wisnu yang berdiri di barisan paling depan.Arjuna mengangguk. “Semua sudah siap?”“Sudah, Dok. Perwakilan dari pusat juga sudah datang.”“Baiklah, mari kita mulai.”Arjuna menoleh ke istrinya. “Ayo, Sayang,” ajak Arjuna.“Iya, Pa Dok.”Nadira langsung melingkarkan tangannya di lengan sang suami. Dia tidak ingin berjalan sendirian, di tengah banyaknya sorot mata yang tertuju kepadanya.Langkah Arjuna tidak lagi bisa panjang dan cepat. Dia harus menyesuaikan dengan langkah kaki sang istri yang sedang membawa anak mereka di dalam kandungannya.“Maaf Dok, istrinya sudah hamil berapa bulan?” tanya seorang dokter senior yang sedang berjalan di dekat Arjuna.“7 bulan. Sudah mau masuk 8 bulan,” jawab Arjuna.“Sudah besar ya, Dok. Belum akan cuti, Dok?”“Belum. Sesuai prosedur aja.”“Oh begitu. Baik, Dok.”“Tolong jangan buat istri saya tidak punya kerjaan ya. Di juga harus memenuhi lembar kinerjanya sebagai residen. Tapi selama hamil, tolong dimaklumi. In
Mehr lesen