공유

Bab 100

작가: macaroonie
last update 게시일: 2026-07-03 17:35:15

Tak butuh waktu lama hingga mobil Fero berhenti di depan sebuah toko bunga yang baru saja buka.

Begitu keduanya masuk, aroma bunga segar langsung menyambut mereka.

Seorang florist laki-laki yang tengah merapikan buket di etalase mendongak. Wajahnya seketika berubah cerah saat mengenali Fero.

"Pagi, Kak Fero."

Fero membalas dengan anggukan kecil.

"Pagi."

Florist itu tersenyu
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Bimbingan Panas Sahabatku   Bab 136

    "Liburan ke Puncak pasti seru banget. Jadi pengen, deh." "Ikut aja, yuk. Orang tuaku pasti seneng kalau kamu ikut," sahut Sasha antusias sambil memasuki pekarangan rumah Bita. "Mana bisa ikut kalau kakiku masih begini." Bita menggerutu sembari turun dari motor Sasha. Sasha buru-buru meringis bersalah. "Sorry, Ta. Lupa kalau lo masih sakit." Namun sesaat kemudian wajahnya kembali berbinar. "Tapi bentar lagi jahitan kamu kan udah kering? Liburannya juga masih seminggu lagi." Bita yang sedang memasang kruknya mendelik. "Iya, sih. Nanti mungkin aku udah boleh jalan. Tapi masalahnya..." Ia mendesah pasrah. "Mau aku udah bisa salto sekalipun, Papaku nggak bakal ngizinin." Sasha ikut mengembuskan napas. "Susah sih kalau udah berurusan sama Papa kamu." "Iya." Bita mengangguk kecil. "Kayaknya liburan semester ini aku bakal di rumah terus. Sampai bosen." "Bita!"

  • Bimbingan Panas Sahabatku   Bab 135

    "Panas banget ini telinga," gerutu Vino pelan sambil mengusap daun telinganya. Ia lalu menekan dadanya sekilas. "Jantung juga ikut-ikutan dugem." Vino mendorong pintu toilet dan begitu saja langkahnya terhenti. Menemukan di depan wastafel, Fero tengah membilas kedua tangannya. Mendengar pintu terbuka, Fero lekas mendongak. Ada sedikit keterkejutan yang melintas di wajahnya begitu melihat Vino berdiri di ambang pintu. Namun hanya sesaat. Fero kembali menunduk, melanjutkan bilasannya seolah tak terjadi apa-apa. Di ambang pintu, satu sudut bibir Vino perlahan terangkat. Menarik. Dengan langkah santai laki-laki itu berjalan mendekat dan berdiri di wastafel sebelah, membuka keran, lalu membasahi kedua tangannya. Suara air mengalir memenuhi keheningan beberapa detik.

  • Bimbingan Panas Sahabatku   Bab 134

    "Pegel juga dibonceng naik motor lo," keluh Vino begitu turun dari vespa tua milik Martin. Martin yang baru saja mematikan mesin motornya menoleh. Dilihatnya Vino sedang meregangkan badan seolah baru menempuh perjalanan berjam-jam. Sontak ia mendecak. "Salah siapa gue suruh naik motor lo sendiri kagak mau?" Vino mengangkat bahu santai. "Nggak ah. Hemat. BBM lagi naik." "Tau BBM lagi naik, malah seenaknya ngabisin bensin orang!" sembur Martin yang masih kesal mengingat bensin motornya yang baru dua hari lalu diisi penuh ludes tak bersisa. Vino hanya membalas dengan tawa. "Tin!" Seseorang memanggil Martin dari kejauhan, membuat kepala Martin tertoleh. "Dicari Pak Ega!"

  • Bimbingan Panas Sahabatku   Bab 133

    Suara dering ponsel dari dalam tasnya terdengar. Bita segera merogoh tasnya. Nama Tante Sandra muncul di layar."Halo, Tan.""Kamu masih sama Vino?"Bita melirik sekilas ke arah Vino yang baru selesai menyampirkan handuk di belakang pintu. Laki-laki itu berjalan mendekat sambil memperhatikannya."Iya, Tan.""Ini Tante udah di depan kos. Orang tua kamu ternyata jadi pulang lebih cepat."Bita langsung membelalak. "Hah? Bukannya katanya pulangnya sore?""Iya. Katanya khawatir sama kamu. Makanya Tante buru-buru jemput sebelum mereka sampai."Di saat yang sama, sisi ranjang di sebelah Bita sedikit berdecit. Vino ikut duduk di sampingnya.Meski tak ikut bicara, laki-laki itu tampak mendengarkan percakapan mereka."Makanya cepetan keluar," lanjut Tante Sandra. "Keburu orang tua kamu datang. Nanti kamu malah nggak bisa ketemu lagi sama kesayangan kamu itu.""Dih..." Bita langsung mengernyit. "Kesay

  • Bimbingan Panas Sahabatku   Bab 132

    Bita menautkan alis sebelum akhirnya terkekeh kecil. Ujung jarinya iseng menyentuh daun telinga Vino."Telinga kamu merah. Kayak orang salting.""Khuk... khuk!" Vino mendadak terbatuk-batuk."Eh!" Bita langsung bangkit panik. Matanya berkeliling mencari sesuatu. "Minum! Minum!"Masih terbatuk, Vino mengangkat telunjuknya lemah ke arah sudut kamar. "Di—uhuk—situ."Bita segera menghampiri dispenser, mengisi gelas plastik disana dengan air putih, lalu kembali dengan langkah tergesa. "Nih. Pelan-pelan." Ia membantu Vino meminum air itu sampai batuknya mereda.Setelah gelas diletakkan di lantai, Bita kembali mengusap pelan punggung Vino. "Hati-hati kalau makan."Vino mengangguk kecil sebelum kembali menyuapkan nasi ke mulutnya. "Gue cuma ... gerah aja" katanya di sela kunyahan. Ia mengusap tengkuknya asal. "Makanya telinga gue merah.""Oh..." Bita mengangguk pelan. Tatapannya sempat kembali jatuh pada telinga Vino ya

  • Bimbingan Panas Sahabatku   Bab 131

    Berbekal informasi dari Martin bahwa Vino tidak masuk kampus dan masih berada di kos, keesokan paginya Bita kembali datang. Bita mengangkat tangan, lalu mengetuk pintu pelan. Dari dalam terdengar gerutuan kesal. "Nggak gue kunci, Tin!" Bita menggigit bibir, menahan senyum lalu kembali mengetuk. Kali ini suara Vino terdengar lebih keras. "Gue pukul juga lo, Tin!" Disusul derap langkah yang menghentak mendekat. Brak. Pintu terbuka lebar. Wajah kusut dengan rambut berantakan langsung menyembul dari balik pintu. "Awas aja lo—" Ucapan Vino terhenti di tenggorokan. Matanya berkedip pelan. "...Ta?" Bita terkikik kecil sambil menunjuk wajah Vino. "Baru bangun, ya? Itu ilernya masih ada." Spontan Vino langsung mengusap sudut bibirnya. Bita tak mampu lagi menahan tawa. "Bercanda!" Vino langsung menatapnya tak percaya. "Pinter boh

  • Bimbingan Panas Sahabatku   Bab 4

    "Ati-ati, Mas!" Vino berseru pendek sembari melambaikan tangan, menatap sedan hitam Aksa yang mulai bergerak membelah jalanan kampus. Bita yang masih termenung setengah mati akibat pembicaraan tadi hanya sanggup memandangi mobil itu sampai tidak terlihat, lalu melangkah gontai memasuki koridor fa

  • Bimbingan Panas Sahabatku   Bab 3

    "Kamu ngapain?!"Saat keluar dari rumahnya, Bita dikejutkan dengan kedatangan Vino. Pasalnya pria itu tidak datang dengan motor yang biasanya mereka pakai untuk berangkat sekolah. Melainkan Toyota Sedan warna hitam yang sangat Bita kenali milik siapa terparkir didepan rumah.Vino menyandarkan pung

  • Bimbingan Panas Sahabatku   Bab 2

    "Bercinta? Kamu gila?!" Vino tidak langsung menjawab. Laki-laki itu justru mengulurkan tangan, menjepit kedua pipi Bita dengan telapak tangannya yang terasa hangat. "Lo kapan gedenya, sih? Hal begini aja harus dijelasin." Bita menepis tangan Vino dengan gusar. "Nggak usah pegang-pegang!" Vino

  • Bimbingan Panas Sahabatku   Bab 1

    "Lo naksir abang gue?" Bita tersentak. Selang air di tangannya terlepas begitu saja, membasahi ujung sandal rumahnya sebelum ia sempat mematikan keran. Niatnya berpura-pura menyiram tanaman siang-siang begini hanya agar bisa melihat Aksa yang baru pulang kuliah. Meskipun Aksa terpaut usia be

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status