Di waktu yang sama, Di Bhumi Sekarpari. Warseno sedang duduk termenung sambil memandangi kudanya memakan rumput. Hampir 4 bulan berada dalam pengasingan membuatnya rindu menjadi Argapati. Bukan rindu menjadi pangeran mahkota, tapi rindu dengan masa-masa saat masih bersama Wandari.Meski saat itu mereka hanya bisa bertemu sebulan sekali, tapi setiap hari ia merasa dekat dengan perempuan itu. Ia ingat kamar lamanya di keraton. Ia selalu melihat keluar jendela yang menghadap ke selatan, ke arah Gunung Wanasura, tempat Kadipaten Luhurwangi berada, di sana ada gadis desa bernama Wandari."Wandari sedang apa ya? pasti dia sudah bahagia bersama suaminya" ia curhat kepada kudanya, Megantara.Warseno mengelus kepala kudanya yang sedang mengunyah makanan, "Megantara, semalam aku bermimpi Wandari menangis. Itu artinya dia sedang rindu aku atau aku yang rindu dia ya?" hanya Megantara, satu-satunya sahabat baik yang tak pernah menyela setiap curhatannya.---Sementara itu, Di
Last Updated : 2026-09-15 Read more