Malam tiba, Warseno duduk sendirian di bale bambu depan rumahnya. Suara derap langkah kuda dan gemerincing lonceng terdengar samar dari indera pendengarannya. Bibirnya tersenyum tipis, (Kalian sudah pulang sidak?) tanyanya pada angin.(Terkadang aku rindu tugas sidak. Eh.. Tidak. Aku tidak rindu sidak. Aku rindu tempat sidak, karena di tempat itu aku bisa bertemu Wandari) Warseno menghela nafas panjangnya. (Kalau aku ke Desa Luhurwangi, bahaya tidak ya? orang-orangnya pasti masih dendam denganku. Tapi, aku rindu Wandari. Aku hanya ingin melihatnya dari jauh saja) Warseno kembali teringat dengan mantan kekasihnya itu sesaat setelah Romonya mengatakan bahwa mereka akan berangkat sidak kebun teh tadi pagi.Saat itu seperti biasanya, Joko datang untuk menjemput Warseno beekumpul bersama pemuda lainnya di gardu. Tapi Warseno sedang malas untuk pergi-pergi. Jadi ia tetap tinggal di rumah saja. Joko pun pergi ke gardu sendirian sebab Warseno menolak. Tapi baru beberapa langkah
آخر تحديث : 2026-08-30 اقرأ المزيد