Share

Bab 28

Author: Trya Dhafi
last update publish date: 2026-07-04 23:16:13
"Lho?"

Viona menyipitkan mata. Pandangannya bergantian antara wajah Reno dan ponsel yang kini sudah mati layarnya.

"Kamu nyembunyiin apa?"

Reno berusaha tetap tenang, lalu meletakkan ponselnya di atas meja kecil di samping sofa seolah tidak terjadi apa-apa.

"Nggak nyembunyiin apa-apa."

"Kalau memang nggak ada apa-apa, kenapa buru-buru dimatiin? Panik gitu pula."

Reno terkekeh pelan. "Refleks aja."

"Refleks apanya?"

"Nggak enak aja kalau orang lain lihat isi ponsel."

Viona menga
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 128

    "Iya, Sari. Ini aku," jawab Reno singkat dengan nada tenang. Sari mengikis jarak beberapa langkah, menyunggingkan senyum manis yang memancarkan rasa takjub. Matanya berbinar meneliti penampilan Reno dari atas ke bawah. "Pangling banget aku, Ren. Kamu makin tampan dan gagah aja sekarang. Kapan balik dari Jakarta?" Belum sempat Reno membalas, aura dingin nan mengintimidasi mendadak menyeruak dari arah belakang. Viona yang hatinya mulai terbakar cemburu seketika melangkah maju. Dengan gerak refleks yang elegan namun sarat akan klaim kepemilikan, Viona melingkarkan lengan mulusnya ke lengan tegap Reno, merapat erat ke sisi suaminya sembari melempar tatapan menusuk. Sari tertegun, matanya membelalak kaget melihat wanita cantik dan terlihat berkelas mendadak menempel sangat dekat pada Reno. Viona menyunggingkan senyum tipis yang penuh kepatuhan posesif. "Halo. Aku Viona, istrinya Reno." Mendengar pengakuan itu, raut wajah Sari seketika berubah pucat pasi. Binar gembira di matanya pada

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 127

    Mendengar penolakan mentah-mentah dari ayah Yunita, mata Rizal membelalak kaget bukan main. Jantungnya seolah berhenti berdetak sesaat. Semalam dia sudah tercerahkan, di dalam benaknya yang licik, Rizal dari semalam jadi berharap besar bisa menjadi menantu seorang anggota dewan yang kaya raya itu. Rizal mengira dengan datang dan mau bertanggung jawab, keluarga Yunita akan menerimanya dengan tangan terbuka, menyediakannya fasilitas, dan memberinya jalan pintas untuk hidup enak tanpa perlu susah payah bekerja.Baru kemarin Viona dan Reno menyadarkannya, bahwa sebagai laki-laki, ia harusnya menghadapi masalah ini, bukan malah kabur dan ngumpet, enak juga pastinya kalau dapat mertua kaya. Dan sayangnya baru semalam Rizal kepikiran itu.Rizal jadi berpikir, jika ia datang untuk bertanggung jawab, Yunita pasti menerimanya karena wanita itu membutuhkan sosoknya sebagai ayah dari anak yang dikandung, dan keluarganya Yunita mau tidak mau akan menerimanya apa adanya.Dan Reno juga sudah berjan

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 126

    Bu Rahma langsung menembak Rizal dengan pertanyaan itu. "Di dalam aja ayo kita bicaranya, Bu," ajak Reno.Reno mencengkeram bahu Rizal, mendorong abangnya itu masuk ke dalam rumah. Tak ada lagi tempat untuk menghindar. Rizal kini didudukkan di sofa kayu ruang tamu, sementara Reno berdiri tegap di depannya dengan kedua tangan bersedekap, memancarkan aura dominan dan intimidatif. Di sekelilingnya, Bu Rahma, Ravita, dan Viona menatap Rizal tajam. Ruang tamu sederhana itu mendadak berubah menjadi ruang sidang, dan Rizal duduk tertunduk lesu bagaikan terdakwa yang menantikan vonis eksekusi.Reno langsung melayangkan tembakan pertanyaan tanpa basa-basi. Suaranya berat dan menekan. "Sekarang jawab jujur, Jal! Kenapa kamu malah kabur dan ngumpet kayak pengecut? Mau sampai kapan kamu biarkan Ibu sama Ravita kena teror orang? Kamu nggak tahu, bahkan mereka meminta aku yang menggantikan posisimu untuk menikahi Yunita."Rizal makin mengkerut, tak berani menatap mata adiknya yang berkilat tajam.

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 125

    Gertakan tegas dan tatapan tajam Reno sukses meruntuhkan sisa keberanian Rizal hingga nyalinya benar-benar menciut habis. Rizal tahu betul, Reno adalah tipe pria yang penyabar dan jarang meluapkan emosi. Namun, sekalinya murka karena batas kesabarannya dilangkahi, adiknya itu tak segan bertindak nekad dan tanpa ampun."I-iya, Ren... Iya, Abang pulang. Jangan main seret," jawab Rizal gugup, buru-buru memasukkan ponselnya ke dalam saku dan merapikan pakaiannya yang kusut.Melihat abangnya yang akhirnya menurut seperti ayam sayur, Reno tak membuang waktu lagi. Sebelum beranjak keluar, Reno menghampiri istri Dadang yang berdiri canggung di dekat pintu. Pria itu merogoh dompetnya, mengeluarkan banyak lembar uang merah seratus ribuan, lalu mengulurkannya dengan sopan."Mbak, sekali lagi saya minta maaf atas kelakuan Bang Rizal yang udah menyusahkan. Ini ada sedikit, anggap saja ganti rugi uang makan dan numpang tidurnya Bang Rizal selama beberapa hari di sini," ucap Reno dengan intonasi yan

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 124

    Bu Rahma lumayan lega dibuatnya.Viona menatap suaminya dengan napas sedikit memburu dan binar mata yang sarat akan rasa kagum yang makin meluap-luap. Tatapannya tertuju pada postur tegap Reno, otot dadanya yang membidang di balik kaus simpel, dan ketenangan dan kekuatan yang baru saja dipamerkannya. Di mata putri konglomerat itu, Reno bukan lagi sekadar pria yang sanggup membuatnya bertekuk lutut dan mengerang puas di atas ranjang setiap saat, tapi juga sosok jagoan sejati yang sanggup melindunginya dari marabahaya tanpa gentar sedikit pun.‘Gila... laki gue makin keren aja. Duh, gak sabar mau ehem-ehem sama Mas Montir malam ini,’ batin Viona bersorak nakal, menggigit bibir bawahnya sembari membayangkan keperkasaan Reno yang bakal makin liar setelah adrenalin bertarungnya terpacu.Setelah rombongan Yunita pergi dengan sisa harga diri yang hancur, Pak RT dan para tetangga pun berpamitan kembali ke rumah masing-masing setelah memastikan situasi benar-benar kondusif. Suasana rumah sede

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 123

    Dua bodyguard bertubuh kekar itu langsung melangkah maju, memamerkan tatapan beringas sembari merenggangkan otot-otot leher mereka. Suasana di ruang tamu sempit itu seketika mencekam. Bu Rahma dan Ravita di balik punggung Reno spontan menjerit ketakutan, sementara Yunita menyunggingkan senyum puas, menanti untuk melihat keangkuhan Reno dan istrinya dihancurkan.Bukannya gentar atau mundur setapak pun, Reno justru menggeser Viona pelan ke belakang tubuhnya, melindunginya dengan sempurna."Vi, berdiri di belakang Ibu sama Ravita," bisik Reno.Viona yang paham kapasitas dan keperkasaan suaminya tidak panik sedikit pun. Ia justru melangkah mundur dengan santai, melipat kedua tangannya di dada sembari melempar senyum meremehkan ke arah Yunita dan kedua bodyguard tersebut.Reno memutar bahunya sedikit, menyunggingkan senyum miring yang dingin dan penuh bahaya. Matanya yang tajam mengunci pergerakan kedua pria berbadan besar itu."Kalian yakin mau main fisik di rumah saya?" tanya Reno dingi

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 5

    Keesokan paginya, Reno terbangun lebih dulu dibanding penghuni rumah lainnya, atau lebih tepatnya dibanding Viona yang masih berada di dalam kamar utama. Meski semalaman tidur di sofa ruang keluarga, tidurnya justru cukup nyenyak. Sofa itu bahkan jauh lebih empuk daripada kasur tipis yang selama

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 4

    Brakk! Suara itu begitu keras hingga membuat mata Reno langsung terbuka sempurna. Beberapa detik kemudian suara benda pecah lainnya kembali terdengar, disusul tangisan yang terdengar putus asa dan nyaris histeris. Prang! Reno segera bangkit dari sofa. Jantungnya berdegup lebih cepat ketika m

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 3

    Hari yang terasa seperti mimpi buruk itu akhirnya selesai juga. Pernikahan terlaksana. Resepsi berjalan tanpa hambatan berarti. Para tamu penting yang hadir sama sekali tidak mengetahui kekacauan besar yang terjadi beberapa jam sebelumnya. Di mata mereka, semuanya terlihat sempurna. Pengantin wa

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 2

    Brakk! Pintu ruang rias VIP itu terbuka begitu keras hingga semua orang yang ada di dalam ruangan langsung menoleh ke arah sumber suara. Seorang wanita muda, cantik berdiri di ambang pintu dengan napas sedikit memburu. Gaun pengantin putih yang dikenakannya tampak sempurna. Riasan wajahnya juga je

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status