“Mhhh…” Udara di kamar utama seketika terasa lembab, dari uap sehabis mereka mandi bersama dan kini bercampur keringat yang mulai membasahi tubuh masing-masing. Handuk kimono keduanya telah tanggal, lampu samping tempat tidur dinyalakan redup. Lara berbaring di kasur dengan rambut setengah basah yang tampak sedikit kusut, tapi justru menambah kesan seksi yang membuat Damian semakin bergairah melihatnya. Damian menatap Lara lama sekali. “Sudah lama kita tidak begini,” katanya pelan, suaranya rendah dan lembut. Jari-jarinya mengusap lutut Lara, naik pelan ke paha dalam. Lara mengangguk, matanya sedikit berkaca-kaca. “Ya… Aku kangen… bukan cuma ini. Tapi kamu juga.” Damian tersenyum kecil, lalu merangkak naik ke atas kasur. Dia menunduk, mencium kening Lara dengan lembut, lalu pelipis, turun ke ujung hidung, dan berhenti di bibirnya yang ranum dan manis. “Aku juga, Lara… aku rindu kamu memenuhiku.” “Mhhm…” Damian menciumnya lambat, dalam, penuh rasa rindu. Seolah memb
Last Updated : 2026-08-25 Read more