Memikirkan tentang nasib jasad anggota sektenya, hingga terus membayangi pikiran Meihua sampai tak terasa malam makin larut, membuat dirinya lelah bukan main. Dengan mata yang masih agak sembap, Meihua menarik selimut tebalnya dari jemuran, berniat untuk tidur bersama tiga pelayan lainnya di kamar bagian belakang, tak jauh dari dapur.Namun, saat kakinya melangkah melewati pintu kamar, Daniu langsung menghadangnya dengan melipat kedua tangan di dada."Hei, mau ke mana kau?" Daniu merentangkan dua kakinya lebar-lebar, menutupi jalan masuk.Meihua mengerutkan kening, sekali saja dia tendang kaki Daniu, menangis menjerit Daniu dibuatnya. "Mau tidur, hari sudah malam! Ini kan kamar pelayan!""Memang kamar pelayan, tapi bukan untuk pelayan pribadi Jenderal Bao!" sahut A Qiao dari atas pembaringan, tak lupa melambaikan tangannya mengusir Meihua. "Ingat siapa dirimu, Meimei. Kau kan sudah ditunjuk langsung oleh Tuan Muda untuk mengurusnya di ruang kerja sampai malam. Kamarmu bukan di sini, t
최신 업데이트 : 2026-08-10 더 보기