Mendengar keributan itu, Alvian sudah mengetahui apa yang telah terjadi.Dia menggenggam erat tangan ibunya, lalu menggelengkan kepala. Suaranya yang masih polos terdengar tegas."Nggak usah. Aku nggak membutuhkan hadiah itu, dan aku juga nggak bakal merayakan ulang tahun bersama kalian lagi."Mendengar ucapan itu, hati Rian diliputi perasaan yang sulit dijelaskan. Entah mengapa, dia merasa ada sesuatu yang tidak beres.Baru saja dia hendak menanyakan maksud perkataan Alvian, Diego tiba-tiba mengambil kue ulang tahun dan melemparkannya ke arah Clara serta Alvian.Setelah itu, dia mendorong foto-foto ulang tahun, rangkaian bunga, dan botol-botol sampanye yang menghiasi aula hingga semuanya berjatuhan dan membuat ruangan berantakan. Dengan penuh semangat, Diego mengangkat tangan sambil berseru keras."Paman Rian, Ibu, tempat ini besar sekali! Temani aku bermain petak umpet, ya. Siapa yang pertama menemukan aku, dialah pemenangnya."Tamara sama sekali tidak berniat menegurnya. Sebaliknya,
Read more