"Jika pagi ini bertemu dengan bos preman itu, jangan menoleh Joana, dirimu masih marah dengannya. Jadi abaikan saja dia," gumam Joana pada dirinya sendiri sebelum membuka pintu. Alih-alih bertemu Baskara, Joana malah tidak menyangka akan melihat dua sosok berlumuran cairan hitam tengah duduk di lantai. Sontak saja Joana tertawa kencang, mengabaikan tatapan tajam dari tetangga mesum dan perempuan menyebalkan itu. "Perempuan sialan! Ini pasti ulahmu, kan?!" Tuduh perempuan itu kepada Joana. Joana geleng-geleng kepala, pura-pura tidak tahu. "Jangan asal menuduh dong, Mbak. Kalau tidak ada bukti, nanti jatuhnya jadi fitnah," katanya dengan nada bijak. "Memangnya siapa lagi kalau bukan kamu? Kamu pasti balas dendam karena aku mendorongmu kemarin, kan?!" "Untuk apa aku melakukan hal jahil seperti menaruh oli di atas pintu? Aku bukan anak-anak lagi, umurku sudah dua puluh satu tahun," jawab Joana tertawa pelan tidak merasa bersalah. Toh memang bukan dirinya yang mengikat embe
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-08-26 อ่านเพิ่มเติม