Apes, itulah yang sedang dialami Joana saat ini. Ia sudah buru-buru datang ke tukang kunci terdekat tetapi yang ia dapati adalah tenda kosong dengan tulisan di cetak tebal. 'Tutup. Mau Liburan. Buka Kapan-Kapan.' "Lah, kocak. Buka kapan-kapan, kayak gen z banget si tukang kunci ini," gumam Joana. Bahunya turun dengan lunglai. Ia hanya menghela napas dan berbalik pulang. Dalam hatinya, ia masih menyalahkan Baskara yang membawa kunci unitnya, meskipun sebenarnya pria itu mungkin tidak sengaja, tetapi tetap saja hal itu membuat Joana dongkol. "Mau benerin kunci, Kak?" Langkah Joana terhenti. Ia menoleh, mendapati pria muda yang tersenyum ramah. "Iya, tapi tutup," jawab Joana mengangguk sopan. "Mau saya bantu Kak? Saya lagi butuh uang tambahan tapi sering main di sini kok, Kak. Jadi pernah nyoba buat sama abang tukang kuncinya." Seketika wajah Joana sumringah. Ia menatap pria di depannya dengan kata berbinar. "Wah, beneran bisa, Mas?" "Bisa Kak, kalau mau, saya
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-09-01 อ่านเพิ่มเติม