"Aku masih punya stun gun." Joana menatap datar Baskara yang menggodanya. Pria itu mencibir. "Nggak asik," katanya membuat Joana mengangkat sendoknya ingin memukul Baskara. Namun, gerakan jari Baskara lebih cepat mendarat di kening Joana. "Aduh!" Pekik Joana mengusap keningnya yang sakit. "Jangan iseng, deh!" Baskara tertawa pelan, sebelum mengambil telur dadar milik Joana dan menukarnyan dengan setengah porsi nasinya. "No! Aku nggak bisa habisin sebanyak itu!" Joana mengambil nasi yang baru saja di letakkan Baskara. Sayangnya, pria itu lebih cepat menggeser tempat piringnya. Joana menekuk wajahnya, cemberut. "Makan saja. Kamu itu terlalu kurus," kata Baskara santai, mengunyah telur dadar milik Joana tanpa rasa bersalah. "Ngeselin deh," gerutu Joana, tapi akhirnya pasrah memakan porsi ekstra itu sampai habis. Beberapa menit kemudian, dua bungkus nasi itu menyisakan kertas minyak kosong. Joana menyandarkan punggungnya ke pagar balkon sambil mengelus perutnya yang
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-09-05 อ่านเพิ่มเติม