Beberapa menit kemudian, Asha bangkit dari kasur. Ia mulai mondar-mandir di depan meja belajar sembari menggigit bibir bawahnya dengan gelisah."Aku pura-pura tidur aja kali ya?" gumamnya.Ia menghentikan langkah dan menoleh ke arah kasur. Ya, opsi teraman untuk sekarang adalah pura-pura tidur.Tanpa membuang waktu, Asha berlari kembali ke kasur, menyelinap ke bawah selimut, lalu menutupi hampir seluruh tubuhnya hingga kepala. Setelah menemukan posisi yang menurutnya cukup meyakinkan, ia memejamkan mata rapat-rapat.Beberapa saat kemudian terdengar suara pintu terbuka.Klik.Jantung Asha seketika berdegup lebih kencang. Lantas ia menahan napas sejenak.Namun, ia tidak menangkap suara langkah yang mendekat ke kasurnya. Mungkin Angkasa mengira Asha memang sudah tertidur dan sekarang sudah ke kasur pria itu.Asha membatin. 'Baguslah kalau dia sudah ke kasurnya sendiri, aku bingung harus menghadapi Kak Angkasa bagaimana sekarang…'Namun, tiba-tiba—Selimut yang menutupi tubuhnya tertarik.
Última atualização : 2026-09-19 Ler mais