Setelah kejadian tadi, Asha kembali membawa minuman pesanan Angkasa. Ia berhenti di samping meja pria itu, lalu meletakkan gelas di hadapannya. "Ini pesanannya, Kak," ucap Asha dengan nada lembut yang ramah. Angkasa yang sejak tadi sibuk berkutat dengan ponselnya mengangkat pandangan. Tatapannya singkat berpindah dari gelas ke wajah Asha. "Bayaran bersih-bersih tiga bulannya sudah masuk, kan?" sahut pria itu. Suara baritonnya datar, membuat Asha memeluk nampan di depan dada. "Sudah, Kak," jawab gadis itu pelan, sedikit ragu. Mumpung pria itu yang lebih dulu menyinggung soal bayaran bersih-bersih, Asha memanfaatkan celah untuk memastikan nominal yang ditransfer Angkasa tidak keliru. "Kak Angkasa…" "Hm?" sahut pria itu singkat. "Nominal yang Kakak transfer itu… sudah benar?" Angkasa mengernyit tipis. "Kenapa?" "Enggak salah transfer, kan, Kak?" tanya Asha memastikan. "Enggak." Jawaban Angkasa begitu datar seolah lima belas juta bukanlah jumlah yang perlu dipermasa
Última atualização : 2026-09-17 Ler mais