"Cuma punya satu nyawa, tapi itu cukup untuk menghapus keberadaanmu dari pelabuhan ini," pangkas Reno dingin. Sebelum Bang Tio sempat merespons atau mengencangkan cengkeramannya, gerakan Reno meluncur secepat kilat. Jari-jari tangan kanan Reno yang dilapisi sarung tangan kerja mencengkeram pergelangan tangan Bang Tio dengan sudut kuncian mematikan. Tanpa membuang sepatah kata pun, Reno memuntir pergelangan tangan sang preman ke arah berlawanan dengan satu sentakan bertenaga penuh. KRAK! Bunyi remukan tulang yang renyah dan mengerikan terdengar jelas di tengah keheningan lapangan proyek. Bang Tio menjerit histeris, cengkeramannya di rompi keselamatan Reno terlepas seketika. Tubuh berotot kepala preman itu mendadak meliuk ke bawah, tersungkur di atas tanah sambil memegang pergelangan tangannya yang tertekuk tidak wajar. Dua preman anak buahnya tersentak kaget, mata mereka terbelalak melihat bos mereka dilu
Terakhir Diperbarui : 2026-08-28 Baca selengkapnya