Sontak saja Siska melotot tajam dengan napas memburu. "Tuh kan, emang bangsat lo mah! Katanya liat doang, sekarang malah minta pegang? Habis ini apa lagi? Mau lo isep juga, hah?" Adrian mendadak murung, menundukkan kepalanya dalam-dalam karena merasa sangat menyesal dan bersalah sudah berani meminta yang tidak-tidak. Bahunya merosot lesu. "Iya, Kak. Gue minta maaf. Ya udah, makasih ya karena udah bolehin gue liat punya lo,” ucap Adrian dengan suara pelan dan wajah sangat lesu. Melihat raut wajah adiknya yang mendadak sedih dan tampak begitu menyedihkan seperti anak kecil yang kehilangan mainannya, Siska menjadi tidak tega. Ia menghentakkan kakinya ke lantai dengan muka memerah. "Hihh! Dia mah, gitu! Ya udah deh, boleh!" ucap Siska gemas, tak tahan melihat ekspresi adiknya itu. Mata Adrian yang tadinya redup seketika langsung berbinar-binar penuh harapan. "Hah? Seriusan, Kak?" "Iya, bawel! Ya udah, cepetan!" sahut Siska ketus, menutupi rasa malunya yang membumbung tinggi.
Zuletzt aktualisiert : 2026-09-04 Mehr lesen