Kittie syok dan mencoba melepaskan diri dari pelukan Avan secepat mungkin, merapikan bajunya yang sebenarnya tidak kusut. “Terima kasih sudah menangkapku. Aku duluan,” ucapnya buru-buru.Kittie berbalik, melangkah secepat mungkin, tapi sayangnya baru beberapa langkah, ia sudah bisa mendengar suara sepatu Avan mengikuti di belakangnya, santai.“Dua orang di taman tadi,” Avan berjalan sejajar, tangannya dimasukkan ke saku celana, “siapa mereka?”“Bukan urusanmu,” Kittie mempercepat langkah, matanya lurus ke depan.Avan tidak bersuara, hanya menatap Kittie sambil berjalan, dan itu malah membuat perasaan Kittie semakin tidak nyaman. Bel pergantian jam berbunyi nyaring dari pengeras suara. “Aku telat,” gumamnya, mempercepat langkah menjadi setengah berlari.“Kebetulan,” Avan ikut mempercepat langkahnya, “kelasku juga sama.”Kittie tidak sempat merespons. Ia sudah keburu berlari kecil menyusuri koridor panjang. Satu jam berlalu, Kittie berjalan keluar dari kelasnya, sambil masih sibuk memas
Last Updated : 2026-09-25 Read more