Kecurigaan Mia tidak datang dalam bentuk interogasi. Ia datang pelan-pelan, seperti air yang merembes, dan Claire menyadarinya terlambat. Pagi berikutnya, Mia menaruh dua gelas kopi di meja, satu untuk dirinya, satu untuk Claire, lalu duduk di kursi kosong di sampingnya dengan santai yang terlalu dipikirkan. Ia menyeruput kopinya, menatap langit-langit, dan untuk beberapa detik tidak bicara. Claire tahu gaya itu. Mia hanya bersikap santai kalau ia sedang menahan sesuatu. "Aku perhatikan sesuatu," katanya. "Bahaya," jawab Claire, tidak mengangkat mata dari layar. "Kemarin, kamu lembur sama Team Leader sampai jam sembilan." Mia menyeruput kopinya lagi. "Dan hari ini, di lift, dia bilang 'hati-hati, lantainya licin' ke kamu, padahal lantainya kering. Nggak ada yang dia bilang begitu ke aku. Nggak ada yang dia bilang begitu ke siapa pun." Claire menghentikan gerakan tangannya. Jantungnya berdebar sekali, terlalu keras untuk ukuran kalimat sesederhana itu. "Dia bilang itu ke semu
Última actualización : 2026-09-25 Leer más