"Nan, kamu ikut ke pesta Sinta hari Minggu, bukan?"Yuli bertanya sambil menghitung uang di laci kasir. Gadis berambut lurus panjang itu adalah sahabat terdekat Nandita di Apotek Kasih Farma, meskipun sama sekali tidak tahu bahwa Nandita sudah menikah."Ikut. Tetapi saya datang sendiri.""Ah, kamu ini. Umur sudah dua puluh enam, masih saja sendiri," goda Yuli. "Bagaimana kalau saya kenalkan dengan sepupu saya? Polisi, Nan. Tampan dan rajin beribadah.""Tidak usah, Yul. Terima kasih."Setiap kali ada yang bertanya kapan menikah, Nandita hanya bisa tersenyum dan mengalihkan pembicaraan. Perempuan berlesung pipi itu sudah menikah, tetapi tidak bisa mengakuinya. Status itu ada, tetapi tidak memiliki nama, seperti bayangan yang mengikuti tubuh: nyata, tetapi tidak bisa disentuh.Selama seminggu, Revan berada di Labuan Bajo. Pesan-pesan singkatnya datang pagi dan malam dengan kalimat yang hampir sama. Kadang-kadang perempuan bermata bulat itu bertanya-tanya, apakah rindu yang disampaikan le
Zuletzt aktualisiert : 2026-10-14 Mehr lesen