SURVIVAL LOVE

SURVIVAL LOVE

By:  Jemyadam  Completed
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
9.9
Not enough ratings
62Chapters
173.2Kviews
Read
Add to library
Report
Overview
Catalog
Leave your review on App

Cerita ini akan mengandung banyak adegan dewasa, humor dan petualangan yang sesunguhnya. Jemy yang sudah dua tahun bekerja di LA dipaksa ibunya untuk pulang ke Indonesia karena kakak perempuannya akan bertunangan. Saat perjalanan pulang dari LA, gadis itu tidak sengaja melihat pria tampan yang sedang berciuman dengan kekasihnya di depan pintu keberangkatan bandara. Karena mual melihat ciuman yang terlalu fulgar di tempat umun. Entah kebetulan atau memang takdirnya yang sedang sial. Karena pria yang tidak sengaja dilihatnya di pintu keberangkatan tadi ternyata menempati tempat duduk di sebelahnya. Yang membuat Jemy semakin jijik, karena setelah itu pria tersebut bicara di telepon dengan kekasihnya yang lain mengunakan bahasa Indonesia yang sangat lancar. Jemy hanya berdoa semoga dirinya jangan sampai dipertemukan dengan mahluk seperti itu. Tapi sepertinya Tuhan tidak sedang mengabulkan doanya, karena sesampainya di Indonasia dia justru kembali langsung dipertemukan dengan pria itu lagi. Pria yang diperkenalkan kakak perempuannya sebagai calon suaminya. Adam Harris, putra tunggal konglomerat ternama tanah air yang terlalu beruntung karena bisa mendapatkan wanita cantik dan jenius seperti Erica yang sedang tertimpa sial karena punya tunangan brengsek macam dirinya. Jemy mengancam akan membongkar perselingkuhan tersebut pada kakak perempuannya. Tapi nampaknya Adam juga tidak kehabisan akal, dia menjebak Jemy untuk datang ke kapalnya. Niat awalnya memang hanya iseng untuk menakut-nakuti calon adik iparnya agar tidak membongkar perselingkuhannya. Ternyata sialnya lagi tiba-tiba badai besar datang dan menyeret kapal mereka hingga terdampar di pulau asing tak berpenghuni. Lantas Bagaimana mereka bisa bertahan hidup. Tanpa perbekalan, tanpa peralatan di belantara pulau asing yang benar-benar tak berpenghuni. Hanya ada mereka berdua yang tidak mau berhenti bertengkar. Gadis muda sok pintar dan si pria payah yang bahkan tidak bisa memanjat pohon kelapa. ***** [Aku hanya akan menulis tentang karakter wanita-wanita yang tangguh karena aku ingin semua wanita menjadi hebat]

View More

Latest chapter

Interesting books of the same period

Comments
No Comments
62 chapters
BAB 1 JEMY
  Jemy adalah gadis keturunan Eropa dan Jawa, ibunya setengah berdarah Polandia dan ayahnya asli pribumi. Menjadi gadis yang cekatan dan ulet sudah menjadi kebiasaan hidupnya sehari-hari sebagai putri seorang jendral TNI. Sejak kecil Jemy sudah sangat mencintai dunia fashion dan bercita-cita sebagai fashion stylish hingga sekarang dia bisa benar-benar bekerja untuk salah satu Fashion Stylist ternama di Hollywood yang banyak menangani artis-artis papan atas. Walaupun sama sekali bukan jenis karir yang bakal membuat orang tuanya berbangga tapi Jemy senang menjalani kehidupannya sekarang. Dia bisa ikut menikmati fashion-fashion terbaik dunia dan bertemu orang-orang keren hampir setiap hari.   Jemy memiliki seorang kakak perempuan bernama Erica, sangat cantik, jenius dan sudah menjadi seorang dokter spesialis bedah.  Erica juga sangat beruntung karena akan din
Read more
BAB 2 PERTUNANGAN
Sepertinya Jemy sudah terlambat untuk menghadiri acara pertunangan kakaknya karena tadi ada bebera E-mail pekerjaan yang mendadak harus segera dia kirim. Maka beginilah sekarang, dia harus berlarian di lobby hotel mengunakan heels yang lumayan runcing dan tinggi, entah bagaimana dia bisa tidak terjerat ujung gaun dan terjungkal. Kadang wanita memang bisa memiliki bakat yang tidak terduga. Jemy mengenakan gaun warna emas super glossy ala Versace dengan taburan kristal swarovski dari samping pinggul hingga naik ke garis perutnya yang rata. Jemy tidak berani mengenakan gaun berbelahan tinggi jika harus muncul di depan orang tuanya. Karena itu sangat ajaib dia masih bisa berlari dengan pakaian yang merekat erat seperti itu.Semua keluarga sedang mengucapkan selamat pada Erica ketika adik perempuannya sendiri baru nampak b
Read more
BAB 3 BADAI
Beberapa pria yang sedang duduk di dermaga langsung kompak tidak berkedip begitu melihat wanita muda itu melintas di hadapan mereka. Suara heels-nya yang tidak terlalu tinggi terdengar mengetuk-ngetuk di sepanjang ia berjalan di dermaga. Wanita yang terlihat serba mahal itu menghampiri sebuah kapal mewah dengan dua layar yang sudah siap terentang. Jemy baru mendapat pesan dari kakak perempuannya dan langsung pergi ke mari untuk menyusul.Adam masih diam menilai ketika wanita muda itu sudah berdiri di depannya.  Jemy hanya mengenakan baju rajut dengan motif garis-garis cerah yang cuma sepanjang paha. Garis bahunya juga agak lebar dan sedikit menggantung miring ke samping seperti gaya orang yang malas memakai pakaian dengan benar. Kaca mata hitamnya juga lumayan besar dengan kombinasi topi pantai bermotif cerah yang cukup lebar, lumayan untuk ia bersembunyi dari sengatan
Read more
BAB 4 PULAU
"Apa kita bisa pulang?" tanya Jemy menyadari mereka hanya berdua di atas kapal yang sudah  hancur dan terombang-ambing di tengah samudra Pasific."Aku juga tidak tahu," jawab Adam terdengar bodoh.Mereka sama sekali tidak melihat daratan dan mungkin masih akan terus terombang-ambing tanpa tahu akan dibawa ke mana karena mesin kapal juga mati dan tanpa layar. Semua alat navigasi juga tidak ada yang berfungsi setelah terendam air."Semua ini karena perbuatanmu!" tuding Jemy mengunakan jari telunjuknya yang masih bercat kuku cantik."Semoga ada yang segera menemukan kita.""Berdoalah sering-sering kalau begitu!" Jemy bensar-benar kesal.

Read more

BAB 5 PRIA PAYAH
Sudah beberapa jam mereka menunggu tapi masih belum juga terjadi apa-apa. Berulang kali Jemy mendongak ke angkasa dan yang dia lihat hanya lalu lalang burung camar yang mulai seperti mengejek mereka dengan ocehannya."Mungkin tidak ada jalur penerbangan yang melintas di sini," kata Adam dan Jemy langsung buru-buru menoleh padanya."Oh, sial sekali hidupku karena bertemu denganmu.""Sebaiknya kita nikmati saja dulu pantainya, lihatlah ini pulau yang indah!" saran Adam terdengar sinting."Terserah kau saja!" Jemy memilih berdiri karena bosan cuma duduk dan menunggu.Adam memang benar mengenai pulaunya yang indah dan berpasir putih seperti surga. Pohon-p
Read more
BAB 6 KELAPA
"Sekarang pikirkan bagaimana kita bisa meminum airnya jika seperti ini?"Adam sudah membolak-balik buah tersebut dan sama sekali tidak tahu dari mana dia harus mulai membukanya karena yang dia tahu biasanya hanya tinggal menusuk sedotan. Sementara itu Jemy sepertinya juga belum pernah mengupas kelapa. Nampaknya mereka berdua harus berpikir keras lagi karena tidak mungkin jika mereka harus menggigiti kulit kelapa yang sudah setengah tua.Jemy kembali berdiri untuk mengais sampah-sampah yang tersangkut di bibir pantai coba menemukan apa saja yang kira-kira bisa mereka gunakan untuk membuka kelapa. Kadang Jemy juga putus asa bagaimana mereka bisa bertahan hidup jika seperti ini, bahkan pisau kecil pun mereka tidak punya."Coba pakai ini." Jemy membawa sebatang kayu
Read more
BAB 7 API
Pakaian mereka sudah kering, Adam juga baru saja selesai mengikat lagi tali sepatunya dan memakai kembali kemeja yang baru dikembalikan Jemy."Jam berapa sekarang?" taya Jemy melirik jam tangan di pergelangan tangan Adam."Hampir jam dua belas." Jawab Adam masih sambil duduk di batang kayu besar yang sudah tidak berkulit."Pantas perutku sangat lapar."Sebenarnya Adam juga lapar cuma dia diam saja dan benar-benar diam tidak berusaha berbuat apa-apa."Kita akan segera mati jika hanya diam saja seperti ini."Dari tadi mereka memang hanya duduk di pinggir pantai memandangi ombak sampai mereka mulai
Read more
BAB 8 AIR
"Sebenarnya rasanya tidak terlalu buruk, tapi ini agak pahit," kata Adam setelah coba makan beberapa."Mungkin karena kita tidak membuang kotorannya.""Oh, Tuhan! jadi aku makan kotoran kerang!" Mata pria itu langsung melebar syok sambil buru-buru meludahkan apa yang sudah berada di mulutnya dan kumur-kumur dengan air kelapa."Dan juga arang," tambah Jemy berlagak santai padahal dia sendiri juga agak merinding ketika harus memakannya. "Mungkin lain kali kita merebusnya saja.""Sungguh aku jadi tidak ingin makan jika belum benar-benar kelaparan." Adam berhenti untuk memandangi makanannya dengan ngeri."Kita perlu makan untuk hidup bukan untuk memanjakan lidah, anggap saja begitu."
Read more
BAB 9 GUBUK
"Kenapa kau melihatku seperti itu!""Kau jelek  jika menangis.""Apa pedulimu, kau yang sudah membuat hidupku jadi sial seperti ini!"Sebenarnya Jemy sudah ingin menangis sejak kemarin-kemarin, tapi dia selalu berusaha menahannya karena tidak suka di anggap rewel dan lemah tapi kali ini sepertinya dia sudah benar-benar tidak tahan lagi. Masa bodoh jika sedang ingin menangis harusnya menangis saja karena ini memang sudah keterlaluan."Entah apa yang sedang dipikirkan keluargaku sekarang." Jemy mulai bingung karena ternyata benar-benar kerepotan untuk kembali menghapus air matanya dengan kedua tangan penuh tanah."Sudah, kemari." Adam menarik Jemy dengan lengannya membiarkan gadis
Read more
BAB 10 BERJEMUR
Adam memamerkan jaring ikan yang dia dapat dari bibir pantai. Walau sudah rusak menurutnya itu masih bisa digunakan untuk menangkap ikan karena dia tidak mau di suruh makan kerang dan siput laut lagi. "Sepertinya menangkap ikan juga tidak semudah melempar jala ke laut," ragu Jemy yang memang pesimis jika pria macam Adam tahu cara menangkap ikan. "Jangan meremehkanku!" Adam segera pergi membawa jaring yang tadi sudah sempat sedikit dia benahi itu untuk menangkap ikan atau sekedar keras kepala ingin membuktikan jika dia bisa. Sudah hampir setengah hari Jemy ikut meringis silau menyaksikan hamparan pasir putih dan tubuh Adam dari kejauhan yang pastinya sudah terpanggang matahari. Kulit pria itu terlihat semakin coklat kemerahan karena semakin jarang mau memakai pakaian lagi di siang ha
Read more
DMCA.com Protection Status