MY SECRET WIFE

MY SECRET WIFE

By:  Emma Deef  Ongoing
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
10
Not enough ratings
84Chapters
14.7Kviews
Read
Add to library
Report
Overview
Catalog
Leave your review on App

Devin Chayton dan Levin Chayton adalah pewaris kekayaan Andrew Chayton. Namun Andrew mensyaratkan kedua anaknya dilarang menikah sebelum berumur 30 tahun dan harus fokus mengurus perusahaan mereka. Levin yang playboy berusaha keras menyembunyikan kekasihnya.Sedangkan Devin yang punya profesi rahasia sebagai seorang pembunuh bayaran, terpaksa menyelamatkan Beverly Brennon, target pembunuhan musuhnya, dengan menikahinya.Bisakah Devin dan Levin menyimpan rahasia dari ayah mereka?

View More

Latest chapter

Interesting books of the same period

Comments
No Comments
84 chapters
1. Tanpa Wanita
Andrew Chayton tidak mau bermain-main lagi dengan kedua anak lelakinya. Sudah saatnya memberi penegasan pada mereka, atau dua perusahaan yang akan diwariskan pada masing-masing anaknya akan terbengkalai. Hanya karena wanita.Sudah cukup, Sabrina adalah mimpi buruk yang harus menjadi pelajaran berharga bagi mereka bertiga. "Dengar, mulai hari ini, kalian tidak boleh berhubungan dengan wanita manapun. Sampai kalian berusia 30 tahun dan itu saatnya kalian menikah."Suara Andrew terdengar seperti petir di siang bolong bagi Levin Chayton. Si bungsu yang sudah berusia dua puluh tiga tahun bulan kemarin itu tak percaya ayahnya akan mengeluarkan kalimat mengerikan itu."Dad, yang benar saja? Tanpa wanita?" tanya Levin dengan nada meninggi, bahkan nyaris bangkit dari tempat duduknya."Kenapa? Apakah hidupmu begitu sempit tanpa wanita?" tanya Andrew mendominasi ruang kerjanya.Levin melirik Devin. Kakaknya yang terpaut dua tahun dengannya itu tentu sa
Read more
2. Target Pembunuhan
Devin bergegas menuju garasi, setelah memastikan pintu ruang kerja ayahnya sudah tertutup rapat. Dia yakin, kali ini Levin tak bisa berkutik di hadapan ayahnya--dengan bukti foto-fotonya bersama kekasih-kekasihnya, ditambah deretan angka yang akan membuatnya terbeliak. Devin harus segera mengirim kartu ucapan terima kasih pada The Vow, yang memberikan data itu sebagai imbalan pekerjaan terakhirnya.Setidaknya, kertas-kertas itu akan membuat ayah dan si bungsu akan berada di ruangan itu sampai Devin meninggalkan mansion dengan motornya."Motornya sudah siap, Tuan." Marcus membuka pintu garasi ketika Devin baru melintasi selasar depan kamarnya. Garasi mansion  berada tidak jauh dari kamar Devin. Hanya dipisahkan oleh selasar dan taman bunga. Di dalamnya ber
Read more
3. Dokter Bella
"Tuan, mohon maaf Marcus mengganggu kesibukan Tuan Devin." Devin Chayton berusaha bernapas normal, seolah sejak tadi berada di ruangan tenang dan duduk santai bersama pialang. Napas memburu seperti ini, memang sulit dinormalkan dalam waktu cepat. Tapi Marcus tidak boleh mendengarnya melalui sambungan telepon atau dia akan curiga. "Tidak, aku baru masuk ke toilet." Devin membuka kran dan membiarkan kucuran airnya terdengar oleh Marcus di sambungan telepon. "Oh, maaf, Tuan Devin. Apakah pertemuan dengan pialang sudah selesai?" "Belum," tukas Devin sembari mematikan kran. Dia mengendus jas hitam pekat yang sudah dikenakannya kembali, lalu melempar jaket kulit berdebunya ke keranjang di sudut toilet. Besok p
Read more
4. Seorang Gadis
  Suara mendebam mengejutkan Marcus. Kepala pelayan itu baru saja hendak menutup garasi ketika telinganya mendadak menjadi pekak. Sejenak dia terdiam, dan ketika pikirannya bekerja, dia pun hanya geleng-geleng kepala. Pasti Levin Chayton demikian marahnya hingga membanting pintu kamar tidurnya. Kebiasaan yang sudah sangat dihapal oleh seluruh pelayan Mansion. Lelaki itu sangat mudah menundukkan wanita, tapi tak pernah bisa memenangkan hati ayahnya. Sikap egois dan tak sabarannya, sungguh bertentangan dengan Devin Chayton. Devin adalah warisan Andrew. Sedangkan Levin adalah cetakan Sabrina Brice. Marcus tidak bisa membayangkan bila suatu ketika Sabrina Brice muncul di Mansion Batista. Pasti Levin akan berlindung di ketiak ibunya. Bukan hal yang mustahil,
Read more
5. Tamu Pagi Hari
Matahari sebentar lagi terbit ketika Devin memasuki dapur. mencuci muka dan tangan di wastafel. Dua orang pelayan sedang sibuk memasak menyiapkan makan pagi. “Devin, dari mana saja kamu?” Devin merasa tubuhnya membeku mendengar suara berat di belakangnya. Dibiarkannya air dari kran mengalir membasahi jemarinya. Entah kenapa, kali ini dia ingin membersihkan tangan sebersih-bersihnya. Rasanya sabun cuci tangan tak sanggup membersihkan noda dosa di tangannya. Dosa? Sepertinya kata itu tak pernah terlintas di kepalanya. Dia tidak pernah mendapatkan nasehat kebaikan di rumah. Dia dibesarkan dalam instruksi ayah bersuara berat pada pelayan. Bahkan dosa yang dilakukan ibunya adalah sebuah buku catatan wajib yang harus dibacanya setiap hari, agar kebencian pada wanita itu tertanam dan berakar seumur hidupnya.
Read more
6. Amanda Harper
Sarapan pagi Andrew Chayton tanpa kehadiran kedua anaknya. Lelaki dengan uban di pelipis kanan dan kiri itu hanya menatap piring kosong di depannya. Tangannya memegang tepi meja. Marcus yang berada di dekatnya, sibuk mengawasi pelayan yang menghantarkan piring demi piring. Agenda makan keluarga Chayton adalah agenda yang nyaris sakral bagi Andrew. Harus dilalui dengan doa khusuk bersama, tanpa ada percakapan sia-sia hingga makan selesai. Terkadang, Andrew mengundang beberapa teman dekatnya, hanya sekedar untuk menjalin hubungan baik dan mengenalkan pada kedua anaknya. Marcus punya catatan khusus siapa saja yang pernah diundang untuk makan bersama. Karena Andrew terkadang bertanya padanya, siapa saja temannya yang belum diundang. Di lain waktu, Andrew sesekali mengundang semua pelayannya untuk makan bersama di meja makan. Read more
7. Yakin Jadi Pelayan?
Devin mondar mandir di kamarnya yang sudah dirapikan oleh Irene. Irene seorang pelayan yang sudah bekerja di Mansion Batista lebih dari sepuluh tahun. Dia pelayan kepercayaan Marcus. Bekerja penuh waktu di Mansion Batista, karena dia tidak lagi punya keluarga yang harus diurusnya. Sebagian pelayan Batista memang wanita-wanita yang sudah menjanda atau tidak punya anak. Hanya beberapa pelayan muda yang biasanya mengambil pekerjaan paruh waktu dan tidak menginap. Devin bersyukur, Amanda alias Beverly ditemukan oleh Irene dan Sabrina. Sabrina adalah sepupu Irene yang bekerja paruh waktu. Dia punya suami dan anak yang tinggal tidak jauh dari Batista. Saat menemukan Amanda di depan gerbang, Sabrina sedang diantar oleh Irene ke pintu gerbang, untuk pulang. Mereka berdebat antara menolong atau membiarkan Amanda. Akhirnya Sabrina terpaksa menginap semalam. Untung saja
Read more
8. Gadis Tanpa Selimut
Marcus melirik Irene. Wanita separuh baya itu sangat hafal tabiat anak majikannya. Semakin dilarang, dia justru akan semakin melawan. Beda dengan Devin yang penurut, bahkan pada anjuran pelayan. Seperti dugaan Marcus, larangan Irene membuat Levin justru melangkah lebar menuju ruang kerja ayahnya, yang terletak di bawah kamar tidur Andrew Chayton. Marcus melirik Irene, memintanya membantu Devin di kamarnya. Amanda pasti membutuhkan bantuan. Sementera Marcus mengikuti langkah Levin menemui ayahnya. Lelaki muda itu, membuat Marcus selalu keheranan. Seolah dia mempunyai memory yang sangat pendek. Kejadian kaca jendela pecah itu, bila Devin yang mengalami, akan membuatnya mengurung diri di dalam kamar selama sepekan. Tak hendak menyahut bila ayahnya memanggil. Namun tidak bagi Levin. Meski seluruh pelayan begitu khawa
Read more
9. Kecurigaan Bella
Satu demi satu, pelayan Mansion Batista memasuki ruang kerja Andrew Chayton. Setiap akhir bulan, dokter Cleve Artwater selalu datang untuk memeriksa kondisi kesehatan keluarga besar Mansion Batista. Kali ini dia datang bersama dokter Bella Artwater, putrinya. Beberapa pelayan senior yang mengetahui masa kecil Bella, sangat senang melihat gadis cantik itu kini sudah menjadi dokter. Namun sayang, mereka tidak bisa meminta diperiksa Bella. Karena Bella adalah dokter hewan. Dia hanya memeriksa kuda dan sapi di peternakan milik Andrew Chayton. “Aku ingin diperiksa dokter Bella,” ucap Marcus sembari menoleh ke arah dokter Bella yang sedang mempersiapkan beberapa peralatan medisnya. “Kau mau disuntik seperti kuda?” gurau dr Cleve. “Kadar gula darahmu bisa turun dengan cepat. Hari ini, naik 400. Sudah kubilang kan, tidak
Read more
10. Sebelah Sepatu
Liliana sudah selesai merawat Amanda. Dia sudah mengganti baju dan perban gadis itu, juga membereskan kamar Devin yang terkena ceceran darah. Selimut juga sudah masuk mesin cuci. Devin mengamati Amanda yang tampak pucat, memejam mata di atas tempat tidurnya. Wajahnya sangat pucat. Dia harus mendapat infus, bahkan mungkin transfusi darah. Namun Devin tidak mungkin membawanya ke klinik apalagi rumah sakit. Tidak sampai dia tahu dengan pasti, status Amanda Harper. "Anda akan menginap, Tuan?" tanya Liliana. "Saya sudah selesai membersihkan rumah, jadi saya pamit pulang." "Ya, pulanglah. Terima kasih sudah membantu." Liliana mengangguk. Dia pun beranjak keluar. Namun di depan pintu, sejenak membalik badan dan menatap Devin yang melipat tangan di dada dan menyandar di kuse
Read more
DMCA.com Protection Status