My Hottest Man

My Hottest Man

Oleh:  Yuli F. Riyadi  Tamat
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
10
Belum ada penilaian
91Bab
26.9KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Tinggalkan ulasan Anda di APP

MATURE CONTENT 21+ BIJAKLAH DALAM MEMILIH BACAAN. Dania (27 tahun) akan dijodohkan dengan pria kaya yang cukup berpengaruh. Padahal Dania belum siap menikah. Di saat dia menghindari kencan yang diatur orang tuanya, dia malah melihat sepasang kekasih yang sedang bercumbu di koridor apartemennya. Di sebuah kelab malam, atas saran teman-temannya, Dania memesan seorang gigolo. Ini adalah hal gila pertama yang dia lakukan. Dan dia bertemu dengan gigolo tertampan dan termahal di kelab itu (Alex). Dia berani membayar berapa pun yang dia bisa untuk dilayani oleh pria itu tanpa melepaskan keperawanannya. Namun, siapa sangka ternyata gigolo pesanannya itu adalah pria yang pernah dia lihat sedang bercumbu dengan seorang wanita di koridor apartemennya. Alex (30 tahun) pemilik Pemilik kelab malam sekaligus gigolo terhebat di sana. Dia mendapat pekerjaan melayani seorang wanita tanpa menghilangkan keperawanan wanita itu. Itu memang pekerjaan yang mudah baginya, namun siapa sangka dia akan tertarik dengan kliennya itu. Bisakah Dania tahan dengan pesona Alex? Atau apakah dia malah jatuh cinta dengan Alex? Bagaimana pernikahannya dengan pria kaya yang tergila-gila padanya?

Lihat lebih banyak
My Hottest Man Novel Online Unduh PDF Gratis Untuk Pembaca

Bab terbaru

Buku bagus disaat bersamaan

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Komen
Tidak ada komentar
91 Bab
1. Antares
Kantor sudah sepi saat Dania menyelesaikan pekerjaannya. Jarum pendek jam sudah menunjuk angka sembilan malam. Wajar jika penghuni kantor sudah hengkang. Hanya tinggal dirinya saja yang masih bertahan. Dania meregangkan otot-ototnya yang terasa kaku, memijat kedua bahunya sendiri yang terasa pegal. Ditariknya napas dalam-dalam. Akhirnya dia bisa melewati hari ini. Meskipun mungkin dia akan mendapat omelan dari orang tuanya. Bukan tanpa alasan dia malam ini bekerja lembur. Sebenarnya ibunya sudah mengatur kencan dengan seorang pria. Pria yang akan dinobatkan menjadi calon suami masa depan yang potensial menurut versi mama. Tapi tentu saja tidak bagi Dania. Wanita 27 tahun itu mematikan lampu dan beranjak keluar kantor. Rasa letih yang bergelayut membuatnya ingin segera sampai ke apartemen. Jalanan malam sudah cukup lengang, dia bisa melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Membayangkan berendam di air hangat dan tidur di kasurnya yang empuk itu sangat men
Baca selengkapnya
2. Invitation
Dania berjalan cepat di koridor rumah orang tuanya yang mewah. Mengabaikan beberapa sapaan pegawai yang melintas. Dania tahu, pasti mama akan membahas tentang mangkirnya dia dari kencan kemarin malam. Mama dan papa ada di taman belakang saat Dania datang. Dia bergegas menuju ke sana. Arya Danureja, sang papa sedang menyesap kopinya, sementara Niken, sang mama, duduk bersilang kaki di sebelahnya. "Sore, Ma, Pa," sapa Dania. Keduanya menoleh melihat putri sulungnya datang. "Oh, kamu sudah datang, Dania. Duduk di situ," pinta Niken. Dania menurut dan duduk di kursi seberang mama. Dia tahu apa yang akan mamanya itu katakan. Sudah bisa ditebak. Dia pasti kena marah. "Alvin tanya kapan kamu punya waktu. Kemarin malam kencan kalian gagal gara-gara kamu lembur. Mama heran. Setiap kali ada janji kencan, ada saja alasan yang kamu buat," ujar Niken menatap lurus anak perempuannya itu. "Dania memang nggak bisa, mau gi
Baca selengkapnya
3. The Hottest Man (18+)
WARNING 18+ BOCIL MINGGIR DULU HAHA.__________***__________ "Happy Birthday!" Ramai. Para wanita dan pria berkumpul di satu table. Ada sebuah surprise party kecil-kecilan di kelab malam ibu kota yang lumayan terkenal. Lagu selamat ulang tahun diremix dengan musik DJ hot di atas stage. Semua orang menari dan berjingkrak. Salah satu wanita yang mendapat kejutan itu hanya bisa menahan haru tak percaya apa yang sudah teman-temannya lakukan. "Happy Birthday, Honey!" teriak salah seorang sahabatnya seraya memeluk wanita tersebut. Disusul ucapan teman-temannya yang lain."Terima kasih, gue nggak nyangka kalau kalian akan melakukan ini," ujar wanita itu hampir menangis. "Ah, Baby. Ini hal kecil, yang penting lo bahagia," ujar sahabat lainnya lagi."Sekali lagi terima kasih, kalian semua aku traktir minum sepuasnya!" Wanita yang sedang berulang tahun itu berteriak, dan disambut heboh oleh teman-tem
Baca selengkapnya
4. Alvin's Birthday
Dania dan kedua sahabatnya meluncur ke vila Alvin. Sesuai dengan undangan itu. Mereka pergi menggunakan mobil milik Clara. Lebih praktis berangkat bersama dalam satu mobil. Clara mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Padahal jalanan lumayan ramai. Kebiasaan wanita itu memang sedikit anti mainstream. Viona sampai harus berpegang bangku depan kuat-kuat karena kelakuan Clara ini. "Lo nggak bisa jalanin lebih pelan dikit, Cla?!" pekik Viona. "Gue belum kawin, tau!" Clara tertawa tanpa merasa bersalah. "Lo udah kawin, ya,Vi. Nikah yang belum." "Sialan! Gue beneran belum kawin." "Apa perlu gue ingetin Minggu lalu Lo bareng siapa?" Viona berdecak sebal. Dania sendiri hanya bisa memutar bola mata melihat kelakuan mereka."Kecuali Dania yang belum kawin, gue percaya. Dia mau menyerahkan keperawanannya sama suaminya." Lagi-lagi Clara tertawa. Dania mendelik. Ucapan Clara benar, tapi wani
Baca selengkapnya
5. Dinner
Dania mengerjap. Sementara pria di dekatnya menyeringai. Jujur, Alvin tampan, tetapi menyeramkan. Pria itu tidak sedang berusaha membuat Dania jatuh hati, justru membuat wanita itu merasa takut, dan antipati."Menjauh, Alvin," desis Dania. "Enggak. Aku suka dekat denganmu seperti ini." Dia mengeratkan pelukannya pada pinggang Dania. Kekuatan pria ini terlalu besar. Dania tidak sanggup memberontak. Dia harus menunggu kelengahan Alvin. "Kamu mau merayakan ultah kamu, kan? Jadi lebih baik lepaskan aku, dan potong kuemu." Alvin tertawa. "Kamu pikir aku anak kecil yang merayakan ulang tahun dengan tiup lilin dan potong kue?" Dania tampak mengernyit. Lalu, apa maksud pria itu? Alvin mengangkat tangan dan membelai pipi Dania. Namun, wanita itu langsung menepisnya. "Jaga, tanganmu, Alvin." Dania melotot. "Kenapa? Aku cuma ingin membelai pipimu. Gimana kalau aku minta lebih?" <
Baca selengkapnya
6. Run away
Dania bergegas menghindari Alvin yang kian mendekat. Otaknya terus berpikir bagaimana cara untuk bisa keluar dari tempat ini. Sialan. Apa yang ada di kepala pria itu sebenarnya? Alvin mengikuti pergerakan Dania. "Kamu kenapa lari-lari begitu? Ayo, bekerja sama. Semua akan baik-baik saja." Baik-baik saja? Sejak bertemu dengan Alvin, Dania tidak merasa baik-baik saja. Pria itu membuatnya ketakutan. "Jangan mendekat!" jerit Dania. Bola matanya bergerak-gerak mencari sesuatu. "Kamu jangan gila." "Tidak, kalau kamu mau menikah denganku secepatnya." Alvin tersenyum. Dia sangat menikmati wajah panik Dania. Dania terus melangkah mundur seiring langkah Alvin yang semakin maju mendekat. Hingga tubuhnya membentur tepian meja tempatnya makan malam tadi. Ya Tuhan, apa tidak ada yang menolong? Dia ingin menghubungi Clara atau Vio. Namun, tas tangan yang dia bawa bahkan sudah jatuh. Ponselnya ada di tas itu. Dania tering
Baca selengkapnya
7. Di Vila
Setidaknya Dania aman di sini. Meskipun pria yang menolongnya asing, tapi ia percaya pria itu tidak akan berbuat macam-macam. "Siapa nama lo?" tanya Dania. Pria itu menoleh. Ia lupa mengenalkan diri."Panggil aja gue Martin," jawab pria itu seraya menengok arlojinya. "Sori, gue harus cabut. Lo nggak apa-apa kan gue tinggal dulu? Kalau lo lapar di kulkas ada makanan." Dania hanya mengangguk, dan membiarkan pria bernama Martin itu pergi. Wanita itu menghela napas panjang. Lalu berjalan menuju salah satu kamar yang ada di vila tersebut. "Jadi, pria tampan dan mesum itu bernama Martin," gumamnya duduk di tepian ranjang yang ada di kamar.Dia sedikit heran dengan Martin. Pria itu kenapa mempercayainya? Apa pria itu tidak takut Dania akan merampok vilanya ini? Untuk seseorang yang baru pertama kali kenal, Martin terlalu baik kalau menurut Dania. Whatever, yang penting Dania bisa lepas dari Alvin.Alvin? Bagaimana nasib pria itu?
Baca selengkapnya
8. Apartemen Clara
Sekitar dua jam menempuh perjalanan, Martin membelokan arah mobilnya ke jalan menuju apartemen Dania. Tanpa wanita itu menyebutkan alamat, Martin tahu. Dia sadar dari awal bahwa Dania  adalah wanita yang pernah dia temui secara tak sengaja di lift apartemen ini. "Kita mau ke mana?" tanya Dania. Tujuan mereka benar, seandainya Dania tidak memiliki masalah. Tapi Dania tidak ingin kembali ke apartemennya. "Ke apartemen lo, Episentrum kan?" Dania menggeleng. "Nggak. Kita akan ke apartemen lain. Tolong, arahkan mobilnya ke Semanggi." "Jadi, di episentrum bukan apartemen lo?" tanya Martin menuruti permintaan Dania."Itu apartemen gue. Cuma gue lagi nggak ingin pulang ke sana."Martin mengangguk dan membelokkan mobilnya ke arah yang Dania maksud tanpa banyak bertanya lagi. Sesampainya di depan gedung apartemen kawasan Petamburan itu, Dania meminta Martin menghentikan laju mobil."Punya sodara lo?" tanya Martin ke
Baca selengkapnya
9. Saran Clara
Dua hari menginap di apartemen Clara memang aman, tapi tidak untuk hari ini. Di luar, tepatnya di depan pintu unit, ada tiga orang laki-laki bertubuh besar. Dari tadi orang itu menekan bel pintu. Dania bisa melihat mereka dari kamera pemantau, sebelum bergerak membuka pintu. Untungnya dia melihat dulu siapa orang yang datang itu. Kalau tidak, tamatlah riwayatnya. Dania menduga itu adalah orang-orangnya Alvin. Dania gelisah dan berjalan mondar-mandir di ruang tengah. Bunyi bel masih beberapa kali terdengar. Dia mengabaikan dengan hati was-was. Bagaimana seandainya orang itu nekat menerjang pintu itu? Tidak, apartemen ini dilengkapi peralatan keamanan canggih. Orang-orang itu tidak akan mudah menerobos masuk secara paksa. "Cla, orang-orang Alvin ada di depan apartemen," ucap Dania dengan nada pelan. Dia sedang menelepon Clara. "Sial. Kenapa sih lo harus nyeret gue dalam masalah lo?" umpat Clara di ujung sana."Mereka nggak bakal masuk 'kan
Baca selengkapnya
10. Sonia si pengganggu
Papa pikir kamu nggak akan berani muncul?" Arya menenggelamkan kedua tangan pada saku celananya. "Aku nggak salah, Pa. Makanya aku pulang," jawab Dania datar."Nggak salah kamu bilang? Kamu sudah bikin kepala Alvin bocor." Mata Arya melotot. "Dan kamu tahu? Kamu itu buronan. Kamu masuk daftar DPO. Pulang artinya kamu nyerahin diri." Mata Dania melebar, tangannya berpegang erat pada sandaran sofa. Dengan gusar dia menatap sang ibu. "Ma, apa itu benar?" Tak perlu menunggu jawaban. Dari raut yang ditunjukkan Niken, Dania tahu berita itu memang benar. Apa yang harus dia lakukan sekarang? "Pa, Dania nggak salah. Alvin mau memperkosaku. Yang aku lakukan hanya untuk membela diri," sanggah Dania membela diri. "Apa pun itu alasannya, Dania. Bukti kamu mencelakai Alvin itu ada." Dania menggigit bibir. Apa keputusannya salah sudah kembali ke rumah? Arya beranjak dan duduk di sofa sebera
Baca selengkapnya
DMCA.com Protection Status