Yang paling anyar sih kolaborasi dengan Durex—iya, beneran! Kontennya tentang 'mitos hubungan pacaran' dibungkus dengan humor receh ala Ah Mas Ramlih. Aku salut sama keberanian brand dan kreator ngangkat topik yang biasanya dianggap tabu jadi bahan canda. Tapi mereka berhasil menjaga tone-nya tetap respectful sambil lucu. Kolab kayak gini nunjukin kalau konten lokal bisa eksplor tema yang nggak mainstream.
Kalo ngomongin kerja sama brand, jangan lupa sama Tokopedia. Ah Mas Ramlih pernah bikin konten tentang belanja online dengan sketsa komedi yang ngena banget. Misalnya pas dia pura-pura jadi kurir Tokopedia yang nyasar ke rumahnya sendiri. Yang aku suka, kolaborasinya nggak cuma sekedar endorse, tapi ada storytelling konyol khas dia. Brand e-commerce emang cocok karena bisa dimainin dengan banyak ide kreatif. Ini salah satu contoh kolaborasi yang bikin penonton nggak sadar lagi nonton iklan.
Pernah lihat Ah Mas Ramlih bikin konten kolaborasi dengan Indomie? Itu salah satu yang paling memorable menurutku. Mereka bikin series video masak dengan twist yang lucu banget, kayak bikin mi goreng pakai rice cooker atau mencoba resep ekstrim. Kolaborasinya natural karena brand makanan emang cocok sama konten kuliner viral ala Ah Mas Ramlih. Keren sih karena nggak cuma promo biasa, tapi beneran ngangkat budaya 'masak ala anak kos' yang relate banget sama penontonnya.
Selain itu, aku juga suka waktu dia kerja sama dengan Shopee. Bikin konten unboxing gadget sambil selipin jokes khasnya. Yang beda, kolaborasi ini lebih ke lifestyle dan teknologi, tapi tetap diemas dengan gaya chaotic-nya. Ini ngebuktiin kalau dia bisa adaptasi dengan berbagai jenis brand selama konsepnya autentik.
Kolaborasi Ah Mas Ramlih dengan Teh Botol Sosro itu gemesin! Aku inget banget video-videonya yang eksperimen minum teh sambil ngomongin hal random kayak 'apakah teh tumpah bisa bikin rezeki ilang?'. Brand lokal yang relate dengan konten sehari-hari kayak gini selalu jadi win-win solution. Sosro pinter ngertiin audiensnya yang demen konten santai tapi memorable. Plus, Ah Mas Ramlih nggak cuma baca script iklan, tapi beneran ngolah konten jadi entertaining.
Ada satu lagi yang jarang dibahas: Ah Mas Ramlih pernah kolab dengan brand otomotif seperti Honda. Mereka bikin konten road trip pendek dengan motor, terus dicampur dengan vlog masak di pinggir jalan. Awalnya aku kira bakal awkward, tapi ternyata seru karena diangkat dengan angle 'perjalanan cari bahan masak'. Kreatif banget cara nyelipin brand tanpa terkesan dipaksain. Ini bukti fleksibilitas konten kreator lokal.
2026-07-20 11:18:36
15
عرض جميع الإجابات
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الكتب ذات الصلة
Ah! Mantap Mas Ramli
Miss Luxy
9.8
4.1M
"Ramli, hamili istriku, aku akan membayarmu dua puluh kali lipat dari gajimu!"
Ramli, duda anak tiga dari desa, terpaksa bekerja untuk CEO kaya. Namun, kedua majikannya terus bertengkar karena lima tahun ini, mereka tidak dikaruniai anak. Ramli yang butuh uang, tepaksa harus melakukan kerjasama. Perlahan, Vina mulai merasa nyaman dan ketagihan dengan sang pelayan. Hingga akhirnya mereka terjebak dalam hubungan yang sangat rumit. Apalagi saat Vina tahu sang suami telah mengkhianati dirinya dengan memiliki selingkuhan.
Yang lebih mengejutkan adalah, Ramli sebenarnya bukan pelayan biasa hingga semua orang terkejut!
Blurb
Kenapa, sih, wanita kalau sudah di atas 30 tahun dan belum menikah, disebut perawan tua? Tidak laku? Dan berbagai titel lainnya.
Tidak itu di kota atau pun desa. Selalu saja hal itu menjadi gunjingan para kawan, sanak saudara, juga para tetangga. Seakan status jomlo adalah aib besar yang sangat memalukan.
Ada apa sebenarnya dengan sugesti orang-orang tentang status jomlo? Padahal jomlo itu kan tidak merugikan siapa pun. Mereka bukan virus, bukan pula kutukan. Jadi tidak perlu dipermasalahkan.
Seperti halnya aku. Aku Hasmi Azzahra. Seorang perawat di sebuah rumah sakit, yang kini berusia 32 tahun dan aku seorang jomlo!
Sebenarnya, bukan mauku masih menjomlo seperti ini di usiaku yang sudah tidak muda lagi. Pengalaman buruk tentang lelaki berengsek di masa lalulah yang membuat aku seperti ini.
Bukan aku trauma. Aku hanya ingin lebih seleksi lagi dalam memilih pasangan, karena aku tidak ingin kecewa kembali.
Untuk memilih pasangan, aku tidak mungkin asal tunjuk, dan asal pilih mumpung ada yang mau, iya, kan? Karena menikah itu perkara panjang yang punya banyak poin untuk dipikirkan dan dipertimbangkan.
Pokoknya aku tidak mau sampai salah pilih lagi!
Jadi … tolong dimengerti, ya? Jomlo itu bukan aib, kok. Meski aku tidak tahu sampai kapan harus menjomlo seperti ini?
Aku hanya bisa menunggu jodohku datang saja.
Sekalipun, sebenarnya ada seorang pria yang sering membuatku galau tingkat dewa. Tapi, sikap datarnya membuatku kesulitan menebak isi hatinya.
Hatiku semriwing saat dia melirikku. Namun, tensi darahku pun selalu naik tiap kali berinteraksi dengannya.
Dia sangat menyebalkan! Namun, juga selalu aku rindukan.
Jadi, haruskah aku mengejarnya? Atau cari pria yang lain saja, yang bisa memberiku kepastian.
Yang mana, yang harus aku pilih untuk mengakhiri kejomloan ini?
Elsa, 28 tahun seorang gadis muda yang berprofesi sebagai arsitek, dia bekerja pada perusahaan konstruksi dan konsultan bangunan.
Pemilik perusahaan tempat Elsa bekerja adalah milik Rama yang bekerja sama dengan temannya.
Rama, 39 tahun adalah wakil CEO sekaligus sebagai arsitek dan dosen untuk beberapa universitas Nasional.
Elsa tinggal dan dibesarkan bersama Ayah angkatnya Frans, sahabat baik kedua orang tuanya.
Elsa mengenal Rama karena pria itu adalah kakak sepupu dari mantan kekasihnya Ikbal yang mengkhianati nya karena menikah dengan sahabat baiknya.
Rama banyak membantu Elsa dalam menghadapi semua masalah terutama saat-saat gadis itu disakiti oleh Ikbal.
Apalagi kemudian Elsa juga bekerja pada Rama dan menjadi bawahan dari pria itu.
Sebagai pria lajang yang berumur lebih dari cukup Rama di desak untuk segera menikah oleh ibunya, mantan dokter forensik yang pernah bekerja di kepolisian.
Dokter Tri berusaha mencarikan dan mengenalkan banyak wanita pada putranya, tapi Rama selalu menghindar dari semua usaha Ibunya itu.
Tapi dokter Tri tidak putus asa, apalagi saat tak sengaja dia mengenal Elsa yang kemudian menargetkan gadis itu akan jadi jodoh putranya.
Tapi masa lalu Elsa membuat gadis itu tidak hanya dalam masalah juga bahaya yang mengancam jiwa dan keselamatan gadis itu.
Ditambah upaya pembunuh dan juga penculikan terhadap Elsa karena menyangkut masa lalu yang tersembunyi mengenai pembunuhan ibunya.
“Enak saja, mau bikin celaka calon menantu saya!”
“Apa mereka tidak tahu, kalau aku ini selain dokter forensik juga mantan polisi!”
“Elsa bakal menikah dengan Rama, dan itu harus terjadi!”
Siapa yang berani melawan tekad yang nekat dari dokter Tri, tentu saja selain putranya yang pendiam dan selalu bersikap kaku.
Perjuangan Lisa dalam mengarungi bahtera rumah tangga tidaklah mudah, saat dirinya tak juga kunjung hamil, desakan dari sang ibu mertua datang, Lisa diminta untuk mengizinkan Pandu--suaminya, untuk menikah lagi. Kabar itu pun sampai hingga ditelinga orang tua Lisa, membuat penyakit jantung sang ayah kambuh hingga harus dirawat di rumah sakit. Di saat itulah, Lisa kembali bertemu dengan Ryan--pria yang dulu begitu mencintainya.
Namun, Lisa tak terpengaruh. Dia tetap berusaha mempertahankan pernikahannya, bahkan mengajak Pandu melakukan program hamil. Namun, sesuatu terjadi pada hasil tes kesuburan mereka, yang menyebabkan pernikahan mereka terguncang, tabir rahasia terungkap hingga membuat kesetiaan di uji. Mampukah Lisa mempertahankan pernikahannya? Atau malam memutar haluan?
Mirna menyerah dengan pernikahan nya dengan Farid. Farid hari semakin menunjukkan tabiat buruknya, ia selalu marah marah, kasar, emosi dan tempramen. Mirna lelah dengan sikap Farid, akhirnya ia memutuskan untuk bercerai.
Ternyata, memiliki suami yang mapan dan bekerja di sebuah perusahaan ternama tidak menjamin kebutuhan rumah tanggaku akan tercukupi. Suamiku hanya memberikan nafkah yang cukup untuk sehari, namun ia targetkan untuk sebulan.
Hampir setiap hari aku mendapat ejekan dan omongan pedas dari ibu mertua, adik ipar dan suamiku sendiri karena tidak memiliki pekerjaan.
Meskipun begitu, aku tidak tinggal diam. Aku terus mencari pekerjaan dan berusaha mencari jalan suksesku sendiri hanya untuk membuktikan kalau aku bukan beban.
Akhirnya, datanglah seorang penyelamat yang berhasil mengubah semua hidupku jadi lebih baik yang kusebut sebagai pahlawan.
Ada sesuatu yang menggelitik tentang pertanyaan ini. Aku sempat kepo juga soal Akun TikTok Ah Mas Ramlih, tapi setelah nge-scroll dan tanya ke beberapa teman yang rajin kulineran, kayaknya belum ada akun resmi beliau. Yang sering muncul malah akun fans atau konten repost dari videonya di platform lain. Kalo pun ada, harus hati-hati sama akun palsu yang pake nama beliau buat promo produk atau bahkan scam. Mungkin suatu saat nanti beliau bakal buka akun sendiri, siapa tau? Aku sih bakal langsung follow kalo beneran ada.
Btw, konten kuliner street food ala Malaysia kayak gini emang lagi hits banget di TikTok. Jadi wajar aja banyak yang penasaran sama sosok seperti Ah Mas Ramlih. Aku sendiri suka banget liat video masak-masak gitu, apalagi kalo ada cerita dibaliknya.
Personal brand Mas Ramli itu terbangun dari kombinasi autentisitas dan konsistensi yang jarang ditemukan. Dari awal, dia enggak cuma jualan martabak, tapi juga jualan cerita dan interaksi. Cara dia ngobrol dengan pelanggan itu kayak ngobrol sama teman lama—casual, ada canda, tapi tetep professional.
Yang bikin makin memorable itu tagline 'Ah Mantap' yang jadi semacam signature. Itu enggak cuma sekadar slogan, tapi udah jadi identitas. Dia pake itu di setiap konten, mulai dari video pendek sampai live streaming, sehingga orang langsung connect. Plus, dia pinter banget manfaatkan media sosial buat memperluas reach tanpa kehilangan 'rasa' lokalnya.
Ada satu momen di akhir 2020 yang bikin nama Ah Mas Ramlih tiba-tiba nge-trend di TikTok. Awalnya sih cuma video-video masak biasa di warung nasi padang, tapi gaya bicaranya yang ceplas-ceplos plus ekspresinya yang polos itu bikin orang-orang auto senyum. Yang bikin viral itu pas dia bilang 'Pedasnya nggak main-main' sambil mukanya merah padam—itu video dishare sampe ratusan ribu kali!
Dari situ, netizen pada mulai bikin meme, remix, sampai duet video masaknya. Uniknya, dia nggak ngikutin trend buat jadi influencer, tetap aja jualan nasi padang sambil sesekali ngobrol sama pelanggan yang sengaja dateng buat ketemu langsung. Kesederhanaannya itu justru jadi daya tarik utama.
Pernah denger nama Ah Mas Ramli dan langsung penasaran gimana bisa sesukses sekarang? Gue sendiri awalnya cuma tahu dia dari video-video masaknya yang viral, tapi lama-lama ngeh ada pola unik di balik kesuksesannya. Yang bikin beda, dia nggak cuma jago masak, tapi juga paham banget cara 'jualan' konten. Gerakan tangan pas motong daging yang iconic itu ternyata hasil latihan berjam-jam sampe bikin penonton auto nempel di layar.
Dia juga punya timing yang tepat pas awal-awal TikTok lagi booming. Konten street food authentic yang dibungkus dengan gaya ekspresif bikin orang nggak cuma ngiler, tapi juga terhibur. Gue perhatiin juga dia selalu konsisten dengan brand-nya - dari suara khas sampe catchphrase 'Boleh!' itu bikin kontennya gampang dikenali.