Berapa Usia Anggota Akatsuki Saat Peristiwa Perang Besar?

2025-09-07 23:27:42 115

3 Answers

Jordan
Jordan
2025-09-09 07:32:14
Ngomong soal usia anggota Akatsuki pas Perang Dunia Shinobi keempat, aku sering bikin catatan kecil karena suka banget ngebandingin timeline sama hubungan antar generasi.

Kalau kita lihat satu per satu dengan pendekatan praktis: banyak anggota Akatsuki sudah dari generasi yang lebih tua dibandingkan Naruto dkk, jadi umumnya mereka berkisar dari akhir belasan sampai usia empat puluhan. Misalnya, Nagato (Pain) dan Konan—mereka tumbuh bareng dan umumnya diperkirakan berada di kisaran akhir dua puluhan sampai awal tiga puluhan saat peristiwa besar itu terjadi, meski Nagato sebenarnya sudah meninggal sebelum perang berakhir. Itachi jelas lebih muda; dia sudah wafat sebelum perang dan umurnya saat mati biasanya dicatat sekitar awal dua puluhan.

Anggota lain seperti Sasori dan Deidara punya jarak umur yang berbeda: Deidara terbilang relatif muda, sering disebut akhir belasan sampai sekitar 20-an awal waktu dia mati, sementara Sasori sedikit lebih tua, masuk ke kisaran akhir dua puluhan sampai tiga puluhan. Kakuzu termasuk yang paling tua di grup aktif, bisa mencapai usia empat puluhan. Tobi/Obito adalah kasus unik: secara kronologis dia dari generasi Kakashi, jadi umurnya kira-kira pertengahan sampai akhir tiga puluhan pada saat perang. Banyak detail tertutup oleh ambiguitas data resmi, tapi ini gambaran praktis yang sering aku gunakan saat berdiskusi di forum tentang timeline 'Naruto' — gampang untuk dijadikan referensi santai saat ngebahas dinamika tim dan motivasi mereka.
Wyatt
Wyatt
2025-09-12 22:48:16
Garis besar dulu: aku sering ngecek ulang data karakter karena suka timeline yang rapi. Di mataku ada dua kelompok umur dalam Akatsuki saat perang—yang relatif muda (akhir belasan sampai awal dua puluhan) dan yang sudah matang (akhir dua puluhan sampai empat puluhan). Itachi contohnya sangat muda saat meninggal, jadi meskipun ia muncul lagi sebagai Edo Tensei, umur asli dia saat wafat tetap di awal dua puluhan. Nagato dan Konan biasanya diletakkan di usia akhir dua puluhan sampai awal tiga puluhan; mereka tumbuh dari era peperangan dan itu tercermin di motivasi mereka.

Satu hal yang selalu kubahas kalau ngobrol sama teman fandom adalah bahwa usia di sini bukan cuma angka; itu ngebentuk ideologi. Kakuzu dan beberapa yang lebih tua bawa nuansa opportunistik dan berpengalaman, sementara Deidara dan Hidan yang lebih muda ngasih vibe impulsif. Tobi/Obito? Dia teknis dari generasi Kakashi sehingga umurnya masuk kategori pertengahan sampai akhir tiga puluhan, dan karena kondisi khusus tubuhnya, persepsi umurnya juga agak aneh. Jadi kalau mau ringkas: angka pastinya kadang kontradiktif di sumber, tapi pola generasinya jelas dan itu yang bikin pertarungan-perang waktu 'Shippuden' terasa penuh lapisan emosional.

Aku suka melihatnya bukan sebagai tabel umur, tapi sebagai peta luka antar-generasi — itu yang bikin setiap konfrontasi terasa bermakna.
Paige
Paige
2025-09-13 06:15:11
Aku masih ingat betapa ngerinya perkenalan ulang Akatsuki di 'Naruto Shippuden', dan soal umur mereka saat perang itu bikin ceritanya makin kelihatan realistis buatku. Kalau harus singkat: mayoritas anggota yang kita lihat sebagai pilar organisasi itu umurnya nggak terlampau muda—rata-rata akhir belasan sampai tiga puluhan—kecuali beberapa yang jelas lebih tua macam Kakuzu yang hampir masuk usia empat puluhan. Beberapa anggota penting seperti Itachi dan Nagato sebenarnya sudah meninggal sebelum klimaks perang, tapi muncul lagi karena teknik Edo Tensei, jadi secara biologis mereka seolah ‘bekas’ berusia saat meninggal.

Yang bikin repot adalah Zetsu dan para kloningnya yang nggak punya patokan umur wajar, dan Tobi/Obito yang umurnya sesuai generasinya (selevel dengan kakak-kakak shinobi era Kakashi). Intinya, saat perang besar Akatsuki bukan sekadar geng muda; banyak yang punya pengalaman dan luka generasi lama yang memengaruhi konflik itu, dan itu terasa kental waktu nonton ulang.
View All Answers
Scan code to download App

Related Books

Cinta Beda Usia
Cinta Beda Usia
Aku seorang janda. Malam itu, dalam keadaan setengah sadar, aku berniat pergi ke kamar mandi, tapi aku menemukan pintu kamar putraku yang berusia 18 tahun sedikit terbuka. Dari dalam, terdengar suara napas terengah-engah yang samar ….
7 Chapters
Panglima Perang
Panglima Perang
Adrian, seorang lelaki yang dianggap sebagai menantu sampah tidak berguna oleh seluruh anggota keluarga istirinya, ia selalu di caci maki dan di hina tanpa ada yang menghargainya, padahal Adrian sendiri adalah keturunan dari keluarga yang sangat kaya raya. Tujuh tahun berlalu, setelah mengakhiri karirnya sebagai tentara, Adrian menjadi direktur di perusahaan terbesar di kota pusat, yaitu perusahaan lion king. kini diapun kembali bangkit!,dengan tekad kuat akan membalas atas semua perbuatan yang ia terima dari semua orang tanpa terkecuali! a novel by: saya sendiri a cover by: pixabay.com
10
27 Chapters
CINTA BEDA USIA
CINTA BEDA USIA
Maura Azahra Almaira gadis berusia 18 tahun. Memiliki wajah yang cantik. Tubuh yang tinggi membuat gadis itu begitu sempurna. Azahra menyukai Abang sepupunya yang berjarak usia 19 tahun dengannya. Bagi Zahra, perbedaan usia bukanlah suatu masalah. Daddy dan mommynya juga berjarak usia sangat jauh. Namun mereka begitu sangat bahagia, bahkan Daddynya sangat mencintai mommynya. Karena alasan itu, Azahra dengan setia menunggu pujaan hatinya. Ferdi Alfasyah seorang pria berusia 37 tahun. Di usianya yang sudah 37 tahun Ferdi masih menyandang status belum menikah. Setelah kembali dari tugasnya, Ferdi tidak pernah menyangka bahwa gadis kecil yang dulu sudah tumbuh menjadi gadis yang begitu Cantik. Mampukah gadis cantik itu mendapatkan hatinya yang sudah membeku. Bagaimana kisah cinta beda usia. Apakah Zahara akan merasakan kebahagiaan bersama dengan cinta sejak kecilnya?
10
115 Chapters
Sang Dewa Perang
Sang Dewa Perang
Ayahnya menghilang; Saudara lelaki satu-satunya mati bunuh diri. Thomas Mayo, Sang Dewa Perang, sudah kembali dan bersumpah akan membalaskan dendam keluarganya…
9.2
2419 Chapters
Tujuh Dosa Besar
Tujuh Dosa Besar
"Dasar anak durhaka!” Begitulah kalimat terakhir yang Arya dengar dari mulut ibunya, sebelum kemudian dia terbangun dan mendapati dirinya terdampar di sebuah tempat asing. Dengan menahan panik, Arya mencoba mencari tahu di mana dia berada. Ternyata Arya sedang berada di dalam sebuah game yang sangat berbahaya. Usut punya usut, ternyata Arya dikirim oleh orang yang sangat mengasihinya. Arya ingin segera keluar. Tapi, tentu saja tidak mudah! Dia harus menyelesaikan setiap misi yang bisa melenyapkan nyawanya kapan saja. Apakah Arya berhasil menaklukkan setiap misi dan keluar dari dalam game tersebut? Dan siapakah orang terkasih, yang dengan teganya mengirim Arya ke dalam game mematikan tersebut? Follow instagram-ku di: @mayuunice.feli Cover's Credit: Desain by Azusa Rain
10
112 Chapters
Beda Usia, Beda Usaha
Beda Usia, Beda Usaha
Menjadi kekasih Dinda yang usianya jauh lebih tua, mengajarkan Deo bahwa 'Cinta Itu Kata Kerja, Bukan Kata Benda'. Deo percaya bahwa cinta dan kedewasaan itu tidak mengenal usia. Namun realitanya, 'BEDA USIA artinya BEDA USAHA'. Karena dewasa dan cinta saja tidak cukup untuk membuktikan kepada Dinda bahwa dirinya sanggup menjalani komitmen untuk hubungan yang serius. Banyak hal yang harus Deo usahakan untuk mempertahankan hubungannya dengan kekasihnya tersebut. Lalu, mampukah Deo meyakinkan Dinda bahwa dia adalah pria yang bisa dipercaya dan bisa bertanggung jawab?
10
165 Chapters

Related Questions

Mengapa Kakak Sasuke Bergabung Dengan Akatsuki?

3 Answers2025-10-20 04:06:53
Ada satu sisi kisah Itachi yang selalu membuatku terpesona karena kompleksitasnya yang kasar dan sedih sekaligus. Itachi bergabung dengan 'Akatsuki' bukan karena dia berubah jadi villain tanpa alasan; ini lebih seperti peran tragedi yang dia pilih sendiri untuk dipakai. Pada dasarnya, ia didorong oleh dua hal besar: melindungi desa dan melindungi adiknya, Sasuke. Para pemimpin Konoha, yang takut pada kudeta Uchiha, memberi Itachi pilihan berat—mengorbankan nama baik keluarga demi mencegah perang. Setelah pembantaian itu, bergabung dengan 'Akatsuki' memberinya kedok untuk menjaga agar ancaman besar (seperti pemburu bijuu) tetap terlihat dari dekat dan bisa dimonitor. Di sisi personal, Itachi sengaja memilih dijauhi oleh Sasuke. Dengan dianggap pengkhianat, ia berharap adiknya akan tumbuh kuat dan suatu hari membalasnya, sehingga hidup Sasuke tidak lagi dibayangi rasa belas kasihan. Itu kejam tapi juga penuh cinta, dan itu yang bikin karakternya terasa begitu tragis. Menjadi anggota 'Akatsuki' juga membuatnya bisa mengendalikan informasi dan gerak-gerik organisasi itu—semacam operasi intelijen gelap yang ia jalankan sendirian. Jadi, intinya: dia masuk bukan karena ingin menyebar kekacauan, tapi karena menanggung beban yang tak pernah dia mau ratakan ke orang lain. Aku selalu merasa sedih sekaligus kagum melihat betapa besar pengorbanan yang ia pilih untuk melindungi apa yang penting baginya.

Apa Sinopsis Study Group Tentang Hubungan Antar Anggota?

3 Answers2025-10-20 23:39:25
Ruang belajar itu selalu terasa seperti pangkalan rahasia bagi kami, dan dari sana cerita tentang hubungan antar anggota mulai berkembang. Aku menceritakan tentang sebuah kelompok yang berkumpul tiap sore untuk mempersiapkan ujian akhir. Awalnya kita hanya bertukar catatan dan flashcard, tapi perlahan tiap orang memperlihatkan sisi lain: ada yang pendiam dan cerdas, ada yang cerewet tapi hangat, ada yang selalu terlambat tapi jago menghibur, serta satu orang yang menyimpan beban keluarga. Konflik muncul bukan soal materi, tapi soal ekspektasi—si pendiam menolak bantuan karena takut merepotkan, si cerewet merasa tak dihargai ketika ide-idenya diabaikan. Dari situ tumbuh dinamika yang kompleks: persahabatan yang diuji, perasaan yang tak terucap, bahkan kecemburuan kecil ketika perhatian berpindah. Puncaknya ketika kita harus mempresentasikan proyek bersama; stres memaksa tiap individu memilih—bertarung sendiri atau percaya pada tim. Ada adegan usai presentasi di mana seseorang akhirnya membuka cerita tentang tekanan rumah, dan seluruh kelompok belajar memahami bahwa dukungan mereka lebih dari sekadar jawaban soal. Endingnya hangat tapi tidak mulus: sebagian tetap dekat, sebagian memilih jalan berbeda, namun semua belajar bahwa hubungan yang sehat butuh komunikasi dan ruang untuk berkembang. Aku tetap ingat momen-momen sederhana itu—teh malam, obrolan panjang, dan bagaimana satu tumpukan flashcard bisa menyatukan orang-orang yang berbeda—dan itu yang membuat ceritanya terasa nyata bagiku.

Siapa Saja Anggota Wanna One Yang Debut Solo Setelah Grup Bubar?

3 Answers2025-09-13 14:37:27
Masih sering kepikiran gimana setiap orang di Wanna One punya jalan karier yang berbeda setelah masa grup selesai. Kalau bicara siapa yang benar-benar melakukan debut solo sebagai penyanyi setelah Wanna One bubar, nama-nama yang paling jelas adalah Park Ji-hoon, Yoon Ji-sung, Kim Jae-hwan, Ha Sung-woon, dan Ong Seong-wu. Park Ji-hoon merilis mini album solo tak lama setelah bubarnya grup pada Maret 2019 dengan 'O'CLOCK'. Yoon Ji-sung juga cepat menyusul dengan mini album 'Aside' di Mei 2019. Kim Jae-hwan berada di jalur solo sejak Mei 2019 juga lewat 'Another', dan Ha Sung-woon menampilkan debut solonya pada Agustus 2019 lewat 'My Moment'. Ong Seong-wu baru mengeluarkan album solo yang cukup diperhitungkan beberapa tahun kemudian dengan 'LAYERS' pada 2021. Ada juga anggota yang jalurnya beda: beberapa memilih membentuk atau bergabung grup baru — misalnya Lee Dae-hwi dan Park Woo-jin yang aktif di AB6IX, Bae Jin-young yang debut bersama CIX — sementara Hwang Min-hyun kembali aktif bersama NU'EST dan lebih fokus kegiatan grup daripada debut solo penuh. Intinya, kalau fokusnya benar-benar debut solo sebagai penyanyi setelah pembubaran, kelima nama di atas yang paling sering disebut dan memang punya rilisan resmi. Aku masih suka memutar album-album mereka kalau lagi kangen era itu.

Berapa Umur Anggota Wanna One Saat Debut Pertama Kali?

3 Answers2025-09-13 22:45:47
Gila, aku masih ingat betapa mencoloknya perbedaan umur mereka waktu itu—kaya kumpulan senior dan adik-adik sekaligus. Aku suka menghitung ulang: debut resmi 'Wanna One' adalah 7 Agustus 2017 (setelah acara 'Produce 101 Season 2'), jadi usia tiap member pada tanggal itu menurut hitungan internasional adalah sebagai berikut: Yoon Ji-sung lahir 8 Maret 1991 (26 tahun), Ha Sung-woon lahir 22 Maret 1994 (23 tahun), Hwang Min-hyun lahir 9 Agustus 1995 (masih 21 pada 7 Agustus, baru 22 dua hari setelah debut), Ong Seong-wu lahir 25 Agustus 1995 (masih 21), Kim Jae-hwan lahir 27 Mei 1996 (21 tahun), Kang Daniel lahir 10 Desember 1996 (20 tahun), Park Ji-hoon lahir 29 Mei 1999 (18 tahun), Park Woo-jin lahir 2 November 1999 (17 tahun), Bae Jin-young lahir 10 Mei 2000 (17 tahun), Lee Dae-hwi lahir 29 Januari 2001 (16 tahun), dan Lai Kuan-lin lahir 23 September 2001 (15 tahun). Kalau dihitung lagi, terlihat jelas rentang usia dari 15 sampai 26. Mengingat komposisi umur ini bikin aku paham kenapa mereka bisa tampil seperti tim yang penuh dinamika: ada yang bawa pengalaman, ada yang energi muda banget. Aku selalu merasa kombinasi itu yang bikin penampilan mereka terasa segar tapi juga matang—kontras usia justru menjadi kekuatan panggung mereka.

Siapa Anggota Wanna One Yang Menulis Lirik Untuk Album Grup?

3 Answers2025-09-13 17:48:00
Satu nama yang hampir selalu kusebut saat ngobrol soal siapa yang nulis lirik di album mereka adalah Lee Dae-hwi. Aku masih ingat waktu ngulik kredensial album Wanna One, dan namanya bolak-balik muncul di bagian penulis lagu dan komposer—dia memang sering pegang peran itu untuk beberapa lagu, bukan cuma sekadar ide kecil. Karena dia muda dan sudah jago bikin melodi serta kata-kata yang pas untuk vokal grup, kontribusinya terasa nyata di banyak track yang memadukan pop hooks dengan sentuhan emosional. Dae-hwi nggak cuma nulis lirik; dia juga terlibat dalam aransemen dan produksi untuk beberapa rilisan grup, jadi nuansa lagu yang disukai fans itu sering ada sentuhan tangannya. Menariknya, keterlibatan dia di Wanna One jadi batu loncatan untuk karya-karya solonya dan proyek setelah grup bubar—yang membuat jejaknya di album Wanna One terasa penting kalau kamu suka ngulik siapa di balik layar. Biarpun ada tim penulis profesional, kontribusi anggota seperti Dae-hwi bikin lagu-lagu grup terasa lebih personal dan langsung diterima fans, aku merasakannya tiap kali dengar bagian yang kayaknya 'lebih dekat' ke karakter vokal tiap member.

Siapa Saja Anggota Exol Paling Berpengaruh Di Media Sosial?

3 Answers2025-09-13 02:46:47
Notif fandom bikin aku sering mikir ulang tentang siapa yang benar-benar memegang kendali di media sosial—dan untuk EXO, beberapa nama selalu muncul berulang-ulang. Pertama yang langsung terpikir adalah Baekhyun: kontennya gampang viral, baik soal musik solo, live singkat, atau momen lucu di balik layar. Dia pinter memadukan musik dan kepribadian, sehingga bukan cuma followers banyak, tetapi engagement-nya juga kuat. Lay jelas raja pasar Tiongkok; kehadirannya di Weibo dan proyek solo di sana bikin jangkauannya beda level. Sementara itu, Kai dan Sehun punya aura fashion dan visual yang gampang jadi headline; mereka sering dipakai brand internasional, dan setiap foto konsepnya langsung jadi tren visual untuk fans dan media. Chanyeol punya keunggulan lain: kolaborasi, produksi musik, dan kesan multitalenta membuat setiap kegiatan barunya mendapat perhatian luas. Gak bisa lupa D.O. dan Suho—meskipun D.O. lebih jarang pamer di sosial, prestasi di dunia akting dan musik bikin namanya tetap relevan dan kredibel; Suho sebagai figur sentral grup juga tetap menarik perhatian, apalagi saat ikut project solo atau event. Xiumin dikenal karena konsistensi dan image hangatnya, yang membuat interaksinya selalu terasa personal. Intinya, pengaruh itu bukan hanya soal jumlah followers, tapi juga jenis konten, keterlibatan fans, dan seberapa sering mereka muncul lintas platform. Menurutku, kombinasi itu yang bikin beberapa anggota EXO jadi magnet di media sosial.

Berapa Umur Anggota Blackpink Saat Pertama Debut?

3 Answers2025-09-14 07:11:34
Ini asyik banget buat diingat: saat mereka resmi debut pada 8 Agustus 2016, aku ingat betapa muda dan segarnya lineup itu terasa. Jisoo lahir pada 3 Januari 1995, jadi dia berumur 21 tahun waktu debut—cukup dewasa dibanding anggota lain, tapi masih terasa muda di panggung K-pop. Jennie lahir 16 Januari 1996, sehingga dia berumur 20 tahun saat debut. Rosé yang lahir 11 Februari 1997 dan Lisa yang lahir 27 Maret 1997 sama-sama berumur 19 tahun ketika mereka tampil pertama kali. Sebagai penggemar yang suka ngulik detail, aku sering membayangkan bagaimana dinamika bisa dipengaruhi oleh selisih usia ini: Jisoo dan Jennie memberi aura sedikit lebih 'matang', sementara Rosé dan Lisa membawa energi yang masih terasa remaja dan ekspresif. Itu salah satu alasan kenapa formasi mereka terasa seimbang sejak awal, dan kenapa tiap konser selalu punya momen berbeda untuk tiap member.

Apa Peran Anggota Blackpink Dalam Tiap Lagu Utama?

3 Answers2025-09-14 13:09:14
Setiap kali nonton penampilan mereka, aku selalu tertarik memperhatikan bagaimana peran tiap anggota berubah sesuai lagu. Secara umum, pola yang sering muncul adalah: Jennie biasanya memegang peran rap utama yang juga bisa menyatu dengan vokal kuat di beberapa bagian; Rosé adalah sumber warna vokal tinggi dan sering diberi line melodi yang emosional; Lisa adalah penari utama yang juga dapat ambil bagian rap dengan flow cepat; Jisoo biasanya pegang bagian stabil di vokal dan jadi visual yang menyeimbangkan format panggung. Kalau ambil contoh beberapa lagu utama: di 'Boombayah' dan 'Whistle' peran rap cukup dominan sehingga Jennie dan Lisa keluar menonjol di bagian rap, sementara Rosé dan Jisoo mengurus melodi dan harmonisasi. Di 'Playing With Fire' dan 'As If It's Your Last' distribusi vokal lebih merata—Rosé sering pegang refrain atau hook yang tinggi, Jisoo menjaga tone rendah hingga menengah, Jennie menyisipkan rap atau frase vokal tajam, dan Lisa menyumbang ad-libs yang mengangkat energi. Untuk 'Ddu-Du Ddu-Du' dan 'Kill This Love' struktur jadi lebih agresif: Jennie dan Lisa punya bar rap yang kuat, Rosé memegang klimaks vokal, dan Jisoo sering jadi jangkar harmoni. Perlu dicatat, pembagian line nggak kaku tiap lagu; tim produksi dan konsep menentukan siapa jadi pusat di bagian tertentu. Misalnya di 'How You Like That' ada pembagian yang memberi spotlight pada kekuatan vokal Rosé di chorus dan rap Jennie-Lisa di verse, sedangkan 'Lovesick Girls' menonjolkan harmoni vokal kolektif yang membuat peran masing-masing terasa menyatu. Intinya, tiap lagu utama dirancang supaya keunikan masing-masing anggota kelihatan: rap dan swag dari Jennie/Lisa, melodi dan warna dari Rosé, stabilitas vokal plus presence dari Jisoo. Aku selalu terhibur lihat bagaimana itu diaplikasikan live, karena penampilan panggung sering menambah lapisan baru pada peran mereka.
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status