LOGINMaura Azahra Almaira gadis berusia 18 tahun. Memiliki wajah yang cantik. Tubuh yang tinggi membuat gadis itu begitu sempurna. Azahra menyukai Abang sepupunya yang berjarak usia 19 tahun dengannya. Bagi Zahra, perbedaan usia bukanlah suatu masalah. Daddy dan mommynya juga berjarak usia sangat jauh. Namun mereka begitu sangat bahagia, bahkan Daddynya sangat mencintai mommynya. Karena alasan itu, Azahra dengan setia menunggu pujaan hatinya. Ferdi Alfasyah seorang pria berusia 37 tahun. Di usianya yang sudah 37 tahun Ferdi masih menyandang status belum menikah. Setelah kembali dari tugasnya, Ferdi tidak pernah menyangka bahwa gadis kecil yang dulu sudah tumbuh menjadi gadis yang begitu Cantik. Mampukah gadis cantik itu mendapatkan hatinya yang sudah membeku. Bagaimana kisah cinta beda usia. Apakah Zahara akan merasakan kebahagiaan bersama dengan cinta sejak kecilnya?
View More"Iya habis dari ketemu orang banyak, nggak enak kalau langsung magang cucuk," jawab Andi. Meskipun sangat ingin sekali memegang cucunya, namun Andi menahan diri. Mengingat dirinya yang baru saja pulang dari acara pesta pernikahan."Itu sepertinya ART yang di rumah sudah datang." Indah tersenyum ketika mendengar suara ketukan di pintu."Assalamualaikum Bu," ucap pekerja di rumah Indah, yang datang mengantarkan pakaian yang diminta Indah untuk diantarkan ke rumah sakit."Waalaikumsalam, terima kasih ya bik min." Indah tersenyum mengambil tas yang diberikan oleh bik min."Iya Bu, Mbak Azahra ternyata sudah lahiran ya," ucap bik min yang berdiri di ambang pintu."Iya ya bik min, Alhamdulillah." Azahra tersenyum."Saya mau lihat dulu, sebelum pulang." Bik min kemudian masuk ke dalam kamar. "Yang ini wajahnya mirip sekali sama Mbak Azahra, sedangkan abangnya mirip sama mas Ferdi," komentar bik min itu ketika melihat wajah bayi yang ada di tangan A
"Zavier, jangan ke sana sini." Attar memanggil cucunya yang pergi ke lain arah. Zavier berlari berlawanan arah dengan jalan yang akan dilewatinya."Zikra, kamar mommy Lewat sini." Alisa sedikit mengeraskan suaranya memanggil Zikra yang ikut berlari mengejar Zavier.Attar berlari mengejar Zavier, yang dengan sengaja mengajak bermain.Zavier tertawa ngakak, ketika opa nya berhasil menangkapnya."Dapat." Attar berkata dengan nafas ngos-ngosan. Ia tersenyum ketika berhasil menangkap cucunya. Agar cucunya, tidak berlari kesana kemari, Attar menggendong Zavier yang saat ini tertawa ngakak. Pria itu juga menggendong Zikra yang berhenti di dekat kakinya. "Katanya mau ikut lihat mommy dan adik bayi, tapi kenapa malah lari-lari nggak jelas seperti ini." Walaupun dirinya sedang tidak ingin bermain dengan kedua cucunya, namun pria itu tetap tertawa dan mencium pipi cucunya kiri dan kanan secara bergantian.Alisa yang melihat suaminya yang dikerjain oleh
Ferdi berada di ruangan persalinan istrinya. Mendengar rintihan istrinya yang kesakitan, membuat dirinya sungguh tidak tega. Berulang kali, ia mencoba menenangkan Azahra."Bang sakit." Azahra menangis."Iya dek, ditahan sayang, sakitnya." Ferdi mengusap keringat yang menempel di pelipis kening Azahra."Ini sakit bener bang." Azahra meremas tangan suaminya. Keringat bercucuran di pelipis keningnya ketika harus menahan rasa sakit yang seperti ini.Ferdi hanya diam, ia tidak tahu harus berkata apa. Dipeluknya Azahra dan di ciumannya kening milik Azahra, berulang-ulang kali. Melihat Azahra yang menangis menahan rasa sakit, sungguh membuat dirinya sangat tidak tega. "Adek harus kuat. Ingat anak-anak, demi Abang dan anak-anak kita sayang." Ferdi meneteskan air matanya. Awalnya dirinya yakin, bahwa persalinan kedua Azahra, akan membuat dirinya lebih tenang, namun ternyata tetap saja membuat dirinya cemas dan gugup seperti ini. Baju kemeja yang dipakainya kini su
Ferdi turun dari dalam mobil dan berlari masuk ke rumahnya.Zikra dan Zavier yang sedang asik-asiknya bermain, menjerit memanggil Daddy nya. Mereka tidak menyangka, bahwa Daddy nya akan pulang di jam seperti ini. Kedua anak itu meninggalkan mainannya dan berlari mengejar Ferdi."Dad, sudah pulang?" Zavier memeluk kakinya di sebelah kanan."Dad gendong." Zikra memeluk kakinya sebelah kiri."Iya sayang, Abang main ya sama Zikra."Ferdi mencium pipi putranya."Kakak jangan berantem ya sama abang mainnya, yang akur ya nak, Daddy mau ke kamar dulu." Ferdi mencium pipi Zikra kiri dan kanan. Ia kemudian pergi meninggalkan kedua anaknya.Ferdi melangkahkan kakinya dengan cepat. Ia berlari menaiki anak tangga. Saat ini dirinya sangat mencemaskan istrinya. Ia ingin melihat kondisi istrinya secara langsung."Dek." Ferdi berkata ketika membuka pintu kamarnya. Ia masuk kedalam kamar dan melihat Azahra yang sedang berbaring di atas
Malam ini Azahra makan malam bersama keluarganya di rumah milik Daddy nya. Seperti biasanya, setiap akhir pekan, Azahra dan Ferdi akan menginap di rumah orang tuanya dan juga mertuanya secara bergantian. Saat ini Indah dan Andi juga berada di rumah Attar. Azahra sudah berencana untuk menyampaikan
Indah memandang Dina yang saat ini sedang duduk di meja makan terlebih dahulu. "Mau ke mana?" Indah melihat Dina yang begitu cantik dengan gaun berwarna merah dan lengkap dengan jilbab Syar'inya."Dina rindu sama Azahra, Dina mau main ke rumah Azahra, ma." Dina tersenyum lebar hingga matany
"Kenapa nggak jadi mandi,” Ferdi bertanya Ketika istrinya datang mendekatinya."Abang, tolong bukakan resleting baju Rara," Azahra duduk di tepi tempat tidur dengan memberikan punggungnya ke arah suaminya."Tadi ditawarin, tapi nggak mau." Ucap Ferdi tersenyum.Azahra hany
Attar dan juga Alisa memandang putrinya."Apa nggak mau nunggu sampai bang Ferdi sehat dulu baru nikah?" tanya Attar.Azahra menggelengkan kepalanya. "Rara mau nikah sekarang aja Dad," pintanya. Azahra hanya menundukkan kepalanya. Dirinya begitu sangat malu Ketika semua mata mem
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore