Diary
Bayangkan saja, lima minuman disini setara dengan gaji ku selama dua minggu.
Ah kalau saja dia tidak menyuruhku untuk bertemu disini, aku tidak akan mau. Tapi aku benar-benar penasaran dengan orang itu yang sudah berani-beraninya membuka bahkan mungkin sudah membaca semua isi Diaryku. Pagi ini, aku temukan diary ku yang telah usang dan telah hilang enam tahun yang lalu tepat di depan pintu kontrakan. Tidak perlu berlama-lama aku untuk mengenalinya karena dengan jelas sekali aku langsung hafal kalau itu adalah diary ku. Diary berwarna merah muda yang kini telah pudar dimakan usia dengan gantungan berbentuk love yang masih menempel. Dengan cepat ku ambil dan kubuka semua isinya, tidak ada keanehan dalam diary ku semua tampak baik-baik saja bahkan tidak ada bekas sobekan apapun sampai aku melihat dibagian belakang ada tulisan yang tidak sama dengan tulisan di halaman halaman lain. Kup
astikan itu tulisan tangan orang yang berbeda. Benar saja, saat aku membacanya dengan cepat ku tutup mulutku yang sudah terbuka lebar akibat terkejut.