Daes Eag
Dirga akan datang tepat sebelum kafe tutup. Namun, ia tidak hanya mencari kafein. Ia mencari pelarian. Ia mencari Elara, membawa gadis itu ke dalam ketegangan yang lebih panas dari uap mesin espresso.
Ketika perasaan yang tulus mulai muncul, siapa yang akan kalah dan hancur terlebih dulu? Tuan direktur yang haus kendali, atau pelayan kafe yang mempertaruhkan segalanya demi rahasia setelah jam kerja?
356