Wina ina
"Aku menceraikanmu, Kinanti! Aku butuh istri yang berkelas, bukan wanita rumahan kucel yang hanya tahu bau bumbu dapur sepertimu!"Kata-kata tajam dari Rendra, pria yang kulayani dengan tulus dari nol, meremukkan seluruh harga diriku. Di bawah guyuran hujan badai, aku diusir tanpa sepeser pun uang demi wanita karier modis pilihan mertuaku.Namun, roda kehidupan berputar cepat.Tuhan mempertemukanku dengan Tuan Arkan, konglomerat berdarah dingin sekaligus rival terbesar mantan suamiku. Di bawah bimbingannya, Kinanti yang kusam menjelma menjadi Nyonya Besar yang elegan dan berkuasa.Saat perusahaan Rendra hancur dan ia bersimpuh di kakiku sambil menangis darah memohon aku kembali, aku hanya tersenyum dingin dari lantai atas kantorku."Maaf, Rendra. Pintu masa laluku sudah tertutup rapat."
291