Rafansya
Di rumahnya sendiri, Luna (18 tahun) hanyalah seorang gadis yang terasing, selalu menerima perlakuan tidak adil dari orang tuanya. Namun, takdir malam itu membawanya ke sebuah gang gelap, mempertemukannya dengan Arga, seorang ketua gangster yang sedang sekarat dengan luka tusuk parah di perutnya.
Dikepung rasa takut dan kepanikan, sebuah ide gila muncul di benak Luna. Ia memutar audio sirine polisi dari ponselnya, berhasil membuat gerombolan penjahat yang mengejar Arga lari kocar-kacir. Saat suasana aman, dengan tubuh gemetar hebat, Luna mendekat untuk menolong. Namun tak disangka, tangan dingin Arga justru meraih dan menggenggam erat tangannya—sebuah genggaman yang mengikat takdir mereka berdua.
Bagi Luna, Arga hanyalah seorang preman jalanan yang sedang tidak beruntung. Namun bagi Arga, ketulusan dan keberanian gadis muslimah itu telah mencuri seluruh hatinya. Arga bertekad melindunginya dari dunia yang kejam. Namun, akankah cinta itu bertahan saat satu per satu rahasia gelap dan masa lalu berdarah milik Arga mulai terkuak? Bisakah sang bidadari bertahan di sisi sang ketua gangster, atau ia memilih pergi menjauh?
251