Pengantin Tanpa Malam Pertama
"Aku membasuh kakinya setiap hari, menjaga kehormatannya di depan dunia, namun ia membiarkanku mati kedinginan di peraduan kami sendiri."
Dua tahun pernikahan seharusnya menjadi waktu yang paling indah bagi sepasang suami-istri. Namun bagi Almira, setiap malam adalah siksaan sunyi. Di balik kemewahan rumah dan perhatian Reza yang tampak sempurna, ada sebuah tembok besar yang tak pernah bisa ditembus. Almira masih suci, sebuah kenyataan pahit yang ia simpan rapat-rapat demi menjaga martabat suaminya yang berprofesi sebagai Chef ternama.
Di saat Ibu mertuanya terus menghujaninya dengan tuntutan cucu dan ramuan-ramuan kesuburan yang menyakitkan hati, Reza justru memilih diam. Ia tak berusaha, tak pula jujur. Hasil medis menyatakan ia normal, namun di atas ranjang, ia hanyalah seorang pria asing yang tak pernah mampu menjangkau istrinya.
Apa yang disembunyikan Reza? Rahasia gelap apa yang tertinggal di masa lalunya saat bekerja di kapal pesiar hingga membuatnya lumpuh secara psikologis?
Ketika kesabaran Almira telah terkuras habis dan janji suci itu mulai terasa seperti jerat, ia dipertemukan dengan Ustadz Rayyan—sosok yang memberinya ruang untuk bernapas, juga bimbingan yang selama ini ia cari.
Almira dihadapkan pada satu pilihan sulit: Bertahan dalam pernikahan yang membunuh jiwanya secara perlahan, atau pergi demi mengejar haknya untuk bahagia dan menjadi seorang ibu seutuhnya?