Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Begitu Aku Meninggalkannya, Suamiku dan Anak Kami Menangis

Begitu Aku Meninggalkannya, Suamiku dan Anak Kami Menangis

Di acara tahunan perusahaan, suamiku dan sekretaris wanitanya bermain piano bersama di atas panggung dengan mesra. Setelah turun dari panggung dengan bergandengan tangan, putraku juga berlari dengan penuh semangat menghampiri mereka. “Bibi Sally hebat sekali, bisa melakukan apapun. Andai saja Bibi adalah ibuku.” Melihat tiga anggota keluarga yang tampak begitu harmonis di hadapanku .... Aku pun memutuskan untuk melepaskan semuanya. Sampah memang seharusnya dibuang.
Baca
Tambahkan
Kehidupan Baru di Usia 60 Tahun

Kehidupan Baru di Usia 60 Tahun

Pada hari ulang tahun cucuku, aku ditabrak mobil saat dalam perjalanan mengambil hadiahnya. Karena tidak terlalu parah, aku hanya pergi ke rumah sakit untuk membalut lukaku, lalu buru-buru pualng. Setibanya di rumah, ternyata acara ulang tahun telah berakhir. Sementara itu, aku harus membereskan kekacauan yang ada. Tidak ada yang peduli pada lenganku yang diperban. Yang ada di pikiran mereka hanya apakah baju sudah dicuci, apakah makanan sudah disiapkan? Karena tidak enak badan, aku tidak membuatkan sarapan. Putraku dan menantuku pun mengataiku malas. Aku pergi ke rumah sahabatku untuk menenangkan diri. Mereka malah bilang aku bersikap tidak masuk akal, padahal sudah tua. Kemudian, suamiku ingin bercerai denganku demi seorang pengasuh .... Cerai saja! Siapa juga yang mau mengerjakan pekerjaan rumah yang tak ada habisnya itu! Lagi pula, mereka tidak menyukaiku!
Baca
Tambahkan
Aku Pemenang Dalam Hidupku

Aku Pemenang Dalam Hidupku

Ini sudah ke-seratus kalinya aku diabaikan oleh keluarga ini. Saat ulang tahun, mereka hanya menyiapkan kue untuk adikku. Saat sakit, aku terbaring sendirian di ranjang, sementar mereka semua mengelilingi adikku. Aku selalu bilang pada diriku sendiri untuk bersabar dan jadi anak yang pengertian, tapi semua itu tak pernah tergantikan sekalipun dengan kasih sayang mereka. Hingga hari pernikahanku tiba. Aku kira setidaknya di hari itu, aku bisa merasakan sedikit kasih sayang yang benar-benar menjadi milikku. Namun, aku salah. Ayah, Ibu, Kakak, bahkan Jason, tunanganku yang merupakan seorang bos mafia, semuanya malah pergi ke acara wisuda adikku. Mereka meninggalkanku sendirian di tempat pernikahan, membiarkanku menanggung tatapan iba dan ejekan para tamu. Sedangkan Jason hanya melontarkan kalimat dingin, "Hanya pernikahan saja, bisa digantikan lain hari." Ini bukan pertama kalinya. Waktu acara pertunangan pun sama, begitu adikku mengeluh sakit perut, dia tanpa ragu langsung menemaninya ke rumah sakit. Sementara aku harus tersenyum pada tamu-tamu sendirian Saat ini, aku benar-benar sadar. Bagi mereka, aku hanyalah sosok yang tidak penting. Jadi, aku memilih untuk pergi. Aku membawa koper dan satu rahasia, yaitu anak dalam kandunganku. Kali ini, aku tidak akan menunggu kasih sayang mereka lagi. Aku akan memulai hidup baru, demi diriku dan demi anakku.
Cerita Pendek · Mafia
11.9K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Suamiku Menjadi Ayah Anak Orang Lain

Suamiku Menjadi Ayah Anak Orang Lain

Di acara perayaan hari keluarga taman kanak-kanak, suamiku Gaius beralasan ada urusan kantor dan bahkan menyuruhku dan putri kami untuk tidak ikut menghadirinya. Melihat wajah kecewa putriku, hatiku terasa sakit. Akhirnya, aku memutuskan untuk pergi sendiri bersamanya. Saat baru sampai di taman kanak-kanak, aku melihat Gaius sedang menggendong seorang anak laki-laki di satu tangan, sementara tangan lainnya menggandeng Sunlina, teman masa kecilnya. Mereka terlihat seperti keluarga kecil yang bahagia, berbincang dan tertawa bersama dengan akrab. Saat melihat diriku dan putri kami, Gaius mengerutkan dahi, lalu buru-buru melepaskan tangan Sunlina. "Jangan salah paham, Yuri. Sunlina itu ibu tunggal dan membesarkan anaknya sendirian. Hari ini ulang tahun anaknya yang kelima, jadi dia hanya ingin anaknya merasakan kasih sayang seorang ayah." Aku menatapnya dengan tatapan penuh arti, lalu berjongkok dan menggenggam tangan putriku, berkata, "Sayang, ayo panggil om."
Baca
Tambahkan
Saat semua Memihak Kakakku

Saat semua Memihak Kakakku

Kakakku adalah kesayangan keluarga. Novelku meledak dan viral, sementara kakak perempuanku dengan mata berkaca-kaca berkata bahwa dia juga ingin menjadi penulis terkenal. Kakak laki-lakiku yang merupakan editorku langsung mengatakan bahwa aku mencuri karya kakakku di acara tanda tangan buku. Akhirnya, kakak perempuanku menjadi penulis jenius, sementara aku menjadi korban perundungan di media sosial sampai tidak berani keluar rumah. Setelah menikah dengan pewaris terkenal di Kota Bet, kami sangat bahagia, tetapi kakakku mengatakan bahwa dia sudah menyukai suamiku bertahun-tahun dan hanya ingin menjadi pengantinnya seumur hidup ini. Pria itu tanpa ragu bercerai denganku dan mengadakan pernikahan megah dengan kakakku. Keluargaku takut akan merusak hubungan mereka, jadi mereka mereka mengusirku ke luar negeri. Kakakku bahkan merasa aku belum cukup menderita, lalu mengejarku dan mendorongku dari tangga. Aku terjatuh di genangan darah, sementara ibuku masih menyalahkanku, “Apa lagi yang kamu katakan sampai membuat kakakmu tersinggung?” Aku mati dalam keputusasaan. Ketika aku membuka mata lagi, aku sudah kembali ke hari di mana kakakku menuduhku mencuri.
Baca
Tambahkan
Bunga yang Terinjak

Bunga yang Terinjak

Anak keluarga kaya yang memperkosa putriku dibebaskan. Dia melemparkan segepok uang ke wajahku dan menghina, "Aku akan membuatmu melihat bahwa uang bisa membeli segalanya!" Saat itu juga, aku sangat ingin membunuhnya.
Baca
Tambahkan
Anakku Mau Selingkuhan Jadi Ibunya

Anakku Mau Selingkuhan Jadi Ibunya

Sebelum acara pernikahan, aku sudah hamil lebih dari dua bulan. Hendra yang saat itu sedang setengah mabuk, mengelus perutku sambil bercanda, “Ria, aku…aku belum siap jadi ayah. Gimana kalau… kita tidak usah punya anak dulu?” Hatiku yang sudah mati menjawab dengan tenang, “Boleh.” Di kehidupan lampau, aku bersikeras ingin melahirkan anak ini, sedangkan Klara Sartika justru mengalami keguguran yang membuatnya sulit hamil. Karena hal ini, Hendra mulai membenciku. Bersikap dingin terus setelah menikah denganku. Bahkan, putra yang susah payah kulahirkan itu pun merengek ingin menjadikan Klara sebagai ibunya. Setelah itu, aku mengalami kecelakaan mobil dan pendarahan parah. Tapi sepasang ayah dan anak itu pun hanya melewatiku dengan tatapan dingin. Hanya demi bergegas menemani Klara melahirkan. Di lantai atas, aku mati kehabisan darah. Di lantai bawah, mereka sedang bersenang-senang menyambut kedatangan anggota keluarga baru. Jadi di kehidupan baru ini, aku akan mementingkan diriku sendiri. Aku menelepon direktur dan berkata, “Aku bersedia ikut serta dalam penelitian ke daerah kutub.”
Baca
Tambahkan
Akhir dari Sepuluh Tahun Pernikahan

Akhir dari Sepuluh Tahun Pernikahan

Di hari putraku mengikuti kompetisi piano, aku mengalami kecelakaan mobil dalam perjalanan menuju tempat acara. Aku tidak repot-repot menangani lukaku. Aku berjalan tertatih-tatih dan berhasil tiba tepat di acara pemberian penghargaan. Putraku memenangkan medali emas dan dengan antusias berlari ke arahku. Aku tersenyum dan menundukkan kepalaku, tetapi dia malah berbalik dan menggantungkan medali emas di leher cinta pertama suamiku. Bahkan, suami yang kucintai selama sepuluh tahun itu memasang ekspresi tidak senang. "Lihat apa yang kamu kenakan! Penampilanmu kotor banget. Seperti pengemis!" "Jangan datang ke pesta perayaan anak kita malam ini. Jangan buat dia malu!" Aku tidak menanggapinya dan pergi ke rumah sakit sendirian untuk menangani lukaku. Di tengah hujan lebat, aku berlari kembali ke vila. Namun, aku baru sadar pintu telah terkunci. Aku mengetuk pintu sepanjang malam di tengah hujan lebat. Saat fajar menyingsing, aku mengirim pesan kepada mereka. "Ayo kita bercerai. Sesuai keinginan kalian, kelak aku nggak akan mengganggu kalian lagi."
Baca
Tambahkan
Ketika Cinta Memudar

Ketika Cinta Memudar

Aku menikah ke Keluarga Jihan demi menyelamatkan keluarga kaya raya yang hampir runtuh. Namun, Hoshi Jihan, putra Keluarga Jihan malah sibuk bersenang-senang di luar sana. Ibunya bahkan ingin merampas seluruh hasil jerih payahku. Dengan cerdik, aku merebut kembali semua harta milikku. Pada akhirnya, Hoshi berlutut dan memohon padaku, “Jangan tinggalkan aku.” Aku pun meninggalkannya, lalu menggandeng tangan si penulis muda dan berkata, “Kamu bukan siapa-siapa bagiku.”
Cerita Pendek · Gairah
4.7K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Kisah Heroik Sang Menantu

Kisah Heroik Sang Menantu

Sehari setelah aku menikah, aku melihat ayah mertua memukul ibu mertua karena masalah makanan. Aku ingin menghalanginya, tetapi ayah mertua memarahiku karena menganggapku tidak sopan. Dia mengatakan bahwa ini adalah cara Keluarga Kuncoro dalam menundukkan orang. Kegembiraan memenuhi hatiku ketika suamiku juga mencoba main tangan terhadapku. Akhirnya, aku bisa menunjukkan kekuatan superku!
Baca
Tambahkan
Sebelumnya
1
...
1314151617
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status