Di Balik Hujan
Aku pun pamit pada Kak Melly dan Bang Rudy untuk langsung masuk ke kamar untuk segera tidur, karena besok ingin bangun pagi dan langsung berangkat ke kampus.
Sampailah aku di ranjang ternyamanku. Aku pun langsung merebahkan tubuhku di atasnya. Menatap langit-langit kamar, sambil menghayalkan apa saja yang terpintas di benakku. Tiba-tiba, kejadian ketika Zahir merangkulku tadi seketika merasuk ke dalam pikiranku. Perlahan, aku mengingat tangan besar yang merankul tubuhku yang mungil itu dan aroma parfum yang keluar dari pakaiannya, dan seketika aku senyum-senyum sendiri. Tiba-tiba,
“Eh? Ngapain juga aku mengingat itu, ya? Dih, najis banget, ish!” kataku sambil menepuk pelan kedua pipiku.
Hot Chapters