Suamiku Berandalan Sekolah
Adelio melirikku sesaat, aku tau dia memperhatikan secara diam-diam sampai dia melakukan tendangan mengenai perut Rayyen.
Rayyen terpental, terduduk di lantai. Aku tersenyum lebar, asli ini hal membahagiakan melihat Adelio sehebat ini.
"Lo belum menang," kata Rayyen berdiri memegang perutnya.
"Kalah aja lo, entar tangan lo gue patahin!" ungkap Adelio di mana Rayyen dulu maju.
Mereka saling tonjok secara bergantian, aku bahkan di sini tidak bisa berkata-kata. Selain wahh, aku tidak membayangkan kalo bukan Adelio suamiku.