Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sentuhan Panas Papa Mertua

Sentuhan Panas Papa Mertua

Hanya selang beberapa saat saja, sudah ada balasan dari Julia, Alana dan Melani di room chat itu. [Julia] 'Andai Bali dan Jakarta seperti Jakarta Selatan dan Jakarta Barat. Tante pasti langsung otw sekarang.' Lalu ada emoticon menangis di ujungnya pesan Julia. [Alana] 'Mau dong asinan viral itu. Aku mau ikutan pre order tapi nggak dapat. Huhu...' [Melani] 'Maklum lagi viral banget itu. Mana buah yang di pakai mahal semua. Bukan asinan ceria itu tapi asinan sultan.'
10367.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 11.8K kali sebagai ajian semar mesem
Tampilkan Ulasan (24)
Baca
+Pustaka
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Klan Qing
Izin provinsi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa. Ini adalah kisah Petualangan Lin Chen menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan para Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Baca Semua Ulasan
SEMALAM DENGAN PREMAN

SEMALAM DENGAN PREMAN

Dasar mesum! "Kau mesum, Zav! Kau menodai mataku malam ini!" Kening Zavier mengernyit. "Coba jelaskan, definisi mesum itu apa?" tanya Zavier membuat Carissa bingung menjawab. Mendadak otaknya ngelag. "Apa ya?" "Yang mesum itu, tuh yang di sana!" ujar Zavier kembali menunjuk, membuat atensi Carissa teralihkan.
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai ajian semar mesem
Baca
+Pustaka
Pernikahan Tak Seindah Status di Media Sosial

Pernikahan Tak Seindah Status di Media Sosial

"Kenapa?" "Uhm..." Adrian ragu, "Boleh aku minta bantuan kamu?" Mentari memandanginya bingung, "Bantuan apa?" "Ada yang harus aku kerjakan hari ini, kamu tahu kan? SEMA." Adrian tersenyum memandang Tari yang kini memicingkan mata menatapinya etelah mendengar kata SEMA. Dia tahu bantuan apa yang diinginkan Adrian. Adrian menyodorkan sebuah makalah bersampul putih pada Mentari. Mentari mengambil dan membaca sampulnya.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai ajian semar mesem
Baca
+Pustaka
Mendadak Dijodohkan dengan Mantan

Mendadak Dijodohkan dengan Mantan

Aji tak bisa berhenti meledek temannya. “Di semak-semak. Diem lo kampret.” Kesal Bisma seraya menoyor kepala Aji. “Anjrit, kayak nggak ada modal aja lo.” Sahut Aji sambil memegangi perutnya, geli karena terus tertawa. Gelak tawa kembali meledak meski wajah Bisma sudah mengeras memperingati kedua temannya untuk berhenti. “Gue pulang duluan.”
102.1K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai ajian semar mesem
Baca
+Pustaka
Travel Menjadi Saksi Bisu Kisahku

Travel Menjadi Saksi Bisu Kisahku

Canda Radit. Terus terang aku insecure dan agak cemburu melihat hal tersebut, memang aku jarang olahraga dan tidak terlalu perduli celotehan orang lain, tapi kalau istriku sendiri yang terang-terangan memuji pria lain didepanku apalagi itu adalah teman dekatku sendiri tentu rasanya panas. “Travel untuk ke Semarang akan segera berangkat, tolong untuk penumpangnya segera bersiap” Ujar Staff Travel melalui pengumuman.
413 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai ajian semar mesem
Baca
+Pustaka
Tahta Kehormatan untuk Istri Setia

Tahta Kehormatan untuk Istri Setia

suara Bumi bergetar pelan, menyembunyikan badai emosi di dadanya, "hanya demi memakan sepotong tempe bersamaku di pinggir jalan, Senja?" "Daging Wagyu Narendra dimasak dengan kesombongan dan pamer harga diri," balas Senja lugas, menyuapkan nasi ke mulutnya. "Tempe ini dibeli dengan sisa uang halal dari keringat suamiku. Jauh lebih lezat ini, Mas."
187 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4 kali sebagai ajian semar mesem
Baca
+Pustaka
Pendekar Kembara Semesta Seri 2

Pendekar Kembara Semesta Seri 2

Ajian Maruta seketi! Pusaran angin puting beliung memancar dari kedua telapak tangan Keksi. Pusaran angin dahsyat melesat kilat, menghantam dada Suro Joyo. Pendekar Rajah Cakra Geni itu melesat setinggi-tingginya ke udara untuk menghindari ajian lawan. Hantaman angin sangat kuat melnda pepohonan. Puluhan pohon bertumbangan akibat hantaman Ajian Maruta Seketi. Keksi Anjani sangat marah sewaktu menghantamkan ajiannya. Hingga tak menyadari kalau lawannya sudah melenting tinggi di udara. Dia menebarkan pandangan, tapi tak ditemukan lawan yang sangat dibencinya.
1012.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 390 kali sebagai ajian semar mesem
Baca
+Pustaka
PENDEKAR CAMBUK HALILINTAR

PENDEKAR CAMBUK HALILINTAR

Daging kijang muda yang dibakar dan dimasak kuah, benar-benar sangat lezat dan menagih selera. “Ini yang masak siapa, Jemali...?” seolah tak sadar Ki Masura bertanya. “Kinasih, Ki Lanang, dan dibantu biungnya,”sahut Jemali. “Baru sekarang saya merasakan masakan yang selezat ini. Luar biasa. Terima kasih, Dik Kinasih,” ujar Ki Masura tanpa bermaksud untuk menyanjung yang berlebihan. Karena kenyataannya masakannya memang lezat, dan itu diakui juga oleh Raden Anom.
8.620.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 679 kali sebagai ajian semar mesem
Baca
+Pustaka
Keturunan Terakhir

Keturunan Terakhir

Ketiganya langsung menerima kartu nama yang diberikan oleh Annisa. Saat Rian dan Delia melirik belakang kartu nama Annisa, ada beberapa menu spesial yang di sajikan oleh Annisa Cafe. Berbagai macam makanan laut, ayam guling Marquita, steak sapi dan minuman khas semua usia yaitu eskrim lezat dengan buah naga serta parutan buah melon. Delia melirik Rian dan menggoyang goyangkan lengan Rian.
1014.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 323 kali sebagai ajian semar mesem
Baca
+Pustaka
Ajari Aku Bahagia

Ajari Aku Bahagia

Kalau itu yang dia inginkan, aku lebih baik tidak usah makan. Haziq meletakkan nampan di atas meja lalu membagikan satu per satu teh itu pada kami. Aku hanya diam memandangi apa yang dikerjakannya. Setelah sekian lama menunggu dan berharap perut akan terisi nasi goreng, ternyata malah berganti dengan segelas teh yang tidak akan membuat kenyang. Harusnya tadi biar aku saja yang pergi mengambil makanan itu. ''Kak, mana nasi gorengnya? Kenapa hanya ada satu mangkok mie rebus dan teh?'' tanya Aisyah mewakili apa yang ingin kutanyakan.
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai ajian semar mesem
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status