KAU MENDUA AKU PUN SAMA
“Iya kan karena Ayah meninggal dan aku cuma punya Paman Ismail, makanya pindah ke kota ini,“ sahutku sendu. Aric mengangguk.
“Kamu tau, Khai? Dulu setelah kamu nggak ada, setiap hari aku cari tau infomu. Walau nggak gampang, karena memang digital belum secanggih sekarang. Sampai-sampai aku inbox satu persatu akun f******k yang namanya mirip sama kamu. Tapi semuanya zonk. Nggak membuahkan hasil.
Tapi akhirnya Tuhan menjawab doa-doaku. Kita dipertemukan lagi tanpa pernah kuduga, walau ...“ ucapnya menggantung.
“Walau apa?“ tanyaku tak sabar. Dia tersenyum miris.
“Walau terlambat karena ternyata kamu sudah jadi milik orang,“ jawabnya terdengar ... sendu.
Ada perasaan yang sulit kujabarkan mende
Hot Chapters