Tolong, Aku Seorang Ibu Menyusui
Yang kuingat, hanya keheningan malam yang begitu pekat, kain yang bergesekan dengan kulit basah oleh keringat, dan napasku yang tersengal, tak bisa ditahan.
Aku seperti ditarik ombak, lalu ditelan malam.
Sampai akhirnya dia menunduk, mengecupku sekali lagi, dan dengan suara serak, nyaris tak terdengar, berkata,
“Aku suka kamu Kak.”
Kata itu berulang di telingaku, pelan, penuh rasa.
Aku pura-pura tak dengar.
Memejamkan mata, diam seperti orang tertidur.