DALAM DEKAPAN WANITA MALAM
“Aku bahagia sama kamu, Mas. Kamu mau nerima aku dan Naina, mencintai kami tanpa mempermasalahkan masa laluku. Bagiku itu cukup, Sayang.”
Damar mengernyitkan dahi, mendekatkan telinganya ke muut Keyra. “Apa tadi? Ulangi?”
“Aku bahagia?”
Damar menggeleng. “Bukan, setelah itu?”
Keyra tahu. Namun bukannya megulang ucapan yang Damar maksudkan, Keyra justru meutup wajahnya yang perlahan panas.
“Ayo ulangi. Tadi manggil aku apa?”