LALI
Dewa dengan cepat menangkap bantal itu.
“Eh, Wa nanti malam ikut aku, yuk,” Harun begitu antusias kali ini.
“Kemana?”
“Ke warungnya Mak Yem,” Harun terlihat sumringah.
“Kangen esemane rondo ayu,” suara Dewa memenuhi ruangan.
“Ngawur,”
“Wes mau nggak?” Harun kembali menyergah Dewa.
“Iya-iya,”
“Kasihan temanku yang sedang kangen sama rondo ayune Mak Yem,” Dewa terus ssaja meledek Harun.
Bab Populer