Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Memergoki Suamiku Dengan Gundiknya

Memergoki Suamiku Dengan Gundiknya

Seketika kujitak kepalanya. Minggu adalah hari bersama Aluna. Aku lebih sering meninggalkan ponsel di kamar lalu bermain bersama Aluna. Sesuai janji, hari ini kami akan pergi berlibur. Kebun binatang Gembira Loka menjadi pilihan Aluna. "Ayo, Ma!" teriak Aluna sambil menggedor pintu kamar mandi. "Sabar, Lun. Mama mandi dulu."
1079.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai alunan temu
Baca
+Pustaka
Memantai [Tamat]

Memantai [Tamat]

“Makanan di sini memang enak-enak. Kalau aku seneng ini, nih.. tempe bacem saus kecap. Rasanya itu gurih manis.. Pokoknya kuat banget rasanya,” ucap Lili. Ridwan memandangi Lili yang menyantap potongan tempe itu. Ia terlihat begitu menikmati makanannya. “Ih.. Kamu mau? Sampai begitu banget cara liatnya. Hahahaa..” ucap Lili. Ridwan mengangguk sembari meneguk liurnya. Lili lalu mengeser piringnya ke depan Ridwan.
109.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 297 kali sebagai alunan temu
Baca
+Pustaka
2.59

2.59

Cheezyweeze2524 512
tunjuk Revan. "Ah, iya benar. Siapa tahu ada racunnya juga," sambung Aluna. Rasa parno menghinggapi Aluna, dia mulai berpikir yang tidak-tidak tentang tempe yang tergeletak di atas talenan. Aluna menatap tempe yang sudah dia potong-potong dan hanya tinggal menggorengnya. "Sayang sekali deh, aku sudah membuat bumbu untuk memasak akhirnya mubazir huft ..," keluh Aluna.
1016.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 351 kali sebagai alunan temu
Tampilkan Ulasan (71)
Baca
+Pustaka
Glow Peridote
Aku setuju sama mamang, baru mulai udah merinding. Pasti ada yang nggak beres sama rumahnya. Btw keren banget itu yang sekolah di luar negeri, sayang amat balik-balik masuk ke rumah penuh misteri..... campur aduk banget jadinya antara penasaran, takut, tapi nagih baca terus...
Lefkilavanta
i like this! bahasanya enak banget dibaca, gak berat dan ringan. jadi enjoy gitu bacanya. sukak deh sama novel ini. semangat nulisnya author baik. Jangan lupa ditunggu next chapternya heheheh😍😍😍😍
Baca Semua Ulasan
ANILA - Kutukan Angin

ANILA - Kutukan Angin

"Dengarkan baik-baik, atau mungkin kalian tidak akan baik. Page Phineas adalah salah satu kota yang berada di ujung, bagian barat Alam buku, di mana tempat matahari tenggelam." "Apa yang harus kami cari ke tempat itu, Ratu?" sergah Anila teramat bersemangat. "Temukan sebuah pulau yang di dalam pulau itu ada danau, dan di dalam danau itu ada sebuah danau yang berada di dalam pulau." "Hah?!" Anila dan Aldrich memekik heran bersamaan. Dewi angin yang mengamati percakapan itu terkekeh-kekeh. "Sudahlah Aldrich, lebih baik kau diam saja di sini, bersamaku. Hampir bertahun-tahun tidak ada kemungkinan orang selamat dari seranganku, apalagi menyembuhkannya."
108.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 201 kali sebagai alunan temu
Tampilkan Ulasan (73)
Baca
+Pustaka
Asya Ns
Maaf, ya temen-temen. Writer nulisnya gak konsisten upload setiap hari. Tapi writer tahu kok, masih ada yang bersedia baca. Makasih bgt. Writer janji, kok, ceritanya bakal tamat. Sesegera mungkin. (つ≧▽≦)つ
dwipa promosi
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Teman Seranjang

Teman Seranjang

Entah bagaimana Luke sakit hati nantinya. "Morning, Tante." "Morning juga, Jordi." balas Ranti yang masih kaku dengan Jordi. "Ayo makan dulu." ajak Alice. Hidangan khas Indonesia sudah ada di atas meja. Nasi, ayam goreng, tempe goreng, tahu goreng dan sayur lalapan. Tak lupa juga dengan sambel dadak. "Wangi banget masakannya. Kangen deh masakan seperti ini," tukas Jordi.
107.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 291 kali sebagai alunan temu
Baca
+Pustaka
TEMAN HIDUP

TEMAN HIDUP

Menghirup wangi perempuan yang khas. Alya memainkan rambut Kian disertai senandung lembut. Entah mempunyai keberanian darimana, Kian akhirnya mengecup jemari Alya. Meski agak kaget, tapi akhirnya gadis yang pahanya sedang menjadi bantal kepala Kian itu tersenyum, mengedikkan bahu saat Kian meminta maaf lewat tatapannya.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai alunan temu
Baca
+Pustaka
Luka Cinta Aluna

Luka Cinta Aluna

Makanan terasa hambar di mulut Aluna. “Di Rumah Fatma? Kemarin aku telepon Fatma, katanya kamu tidak bersamanya,” tutur Zolan, satu alisnya terangkat. “Bukan Fatma! Aku ke Rumah teman kelasku yang lain. Nanti aku kenalkan ke kamu,” Aluna mencari alasan agar Zolan percaya dengannya. “Kamu pernah cerita, hanya berteman dengan Fatma. Teman kamu yang mana?” ucap Zolan, masih meragukan Aluna.
1011.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 344 kali sebagai alunan temu
Baca
+Pustaka
How Could We Go Wrong?

How Could We Go Wrong?

Ucap Alana melas seakan masih belum puas menikmati wisata di Kota itu. “Dan kita fokus sama pernikahan kita.” “Oh ya? Emang yakin udah sembuh?” Tanya Alana memastikan sembari menyipitkan matanya melihat Alan. “Udah dong. Kan tadi udah meditasi di air terjun.” Jelas Alan santai. “Ih gak gitu konsepnya, Alan!” Teriak Alana dan semua pengunjung yang berada di Oregon Hill melihat ke arah Alan dan Alana hingga membuat Alana kikuk.
9.95.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 137 kali sebagai alunan temu
Baca
+Pustaka
Aku Mau Kamu di Kamarku

Aku Mau Kamu di Kamarku

Happy reading *** Alunan musik dari salah satu penyanyi popular terdengar menyeruak dalam restoran bintang lima tempat Daffin dan Aluna makan malam. Ditengah suasana romantic dengan mengusung tema candle light dinner, Aluna menikmati hidangan di depannya. Senyumnya tak henti-henti muncul setiap rasa baru masuk ke dalam mulutnya, Daffin yang melihat istrinya itu ikut tersenyum.
1021.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 434 kali sebagai alunan temu
Baca
+Pustaka
Maaf, Kurebut Istrimu!

Maaf, Kurebut Istrimu!

suara Ririn terdengar bersemangat di seberang sana. “Di Grand City Mal. Ya sudah, kamu langsung susul ke sini saja deh. Nanti kita langsung cari tempat makan," sahut Aluna. "Oke, oke! Tunggu aku ya, sekitar lima belas menit lagi aku sampai. Kita ketemu langsung di lantai dasar aja, deket restoran Italia yang biasa," ujar Ririn sebelum menutup panggilan.
101.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai alunan temu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status