PERJANJIAN ALANA
Kapan lagi, bukan, Alana bisa merasakan dekapan hangat dari seseorang yang ia puja sejak dirinya masih menjadi pelajar sekolah menengah atas, yang lalu kini meski terpaksa, sudah pun menjadi suaminya.
***
"Hari ini aku mau jalan-jalan ke wahana permainan." Celetuk Alana sewaktu ia sedang sarapan.
Shahin melirik dengan kerutan di keningnya sesaat setelah mendengar itu.
"Apa kamu nggak dengar kalau di luar sedang hujan deras, Al?"
"Loh, aku kan nggak bilang harus sekarang, sore atau malam juga bisa. Lagipun, wahana permainan nggak cuma ada di kota ini aja," ucapnya enteng.
Sikat na Kabanata