Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Mimpi Buruk Dunia Persilatan

Mimpi Buruk Dunia Persilatan

Bab 12. Menempa tubuh di gunung petir Di pagi hari tetua Min berjalan di alun-alun kota bersama teman lamanya, suara langkah kaki kuda terdengar, embun sejuk menyegarkan pernapasan, dari kejauhan anak berusia enam tahun melihat kepergian gurunya, An Lan berbalik setelah tidak melihat gurunya, di halaman belakang ia berlatih memanah dan cara bertarung jarak dekat.
9.5455.7K viewsCompletedAdded to Library 17.3K Times as alunan temu
Show Reviews (59)
Read
+Library
Nelly Rosida
Saya sudah baca 52 bab dalam 1 hari, semoga saya tidak lagi menjadi korban penulis2 sebelum nya yg tidak bertanggung jawab. Semoga penulis ini,istiqamah,komit dgn update harian dan bisa menghargai hasil karya nya sendiri melebihi para pembaca dgn cara menamatkan tulisahn ini dgn cara yg elegan.
Kentang Imajinasi
venessa, Luna , Maya, yu yin, lili mati dipenggal sama karakter gak penting, buat venessa yang harusnya jadi icon utama di nerf habis2an dan matinya dibuat gak pantas Sama sekali. buat yang baru baca atau dah setengah jalan mending berhenti baca cari novel lain. daripada sakit hati
Read All Reviews
TEMAN TAPI MESRA

TEMAN TAPI MESRA

Beberapa orang tampak tertawa santai sambil minum bir di tempat duduk serba putih yang tertata rapi di tepi pantai. Sasha dan Raga duduk di salah satu sudut yang paling dekat dengan pantai. Suara debur ombak terdengar bersaingan dengan suara musik yang dimainkan oleh Disc Jockey pria yang terlihat cukup terkenal di dunia hiburan. Tidak lama menunggu, seorang server nampak mengantarkan satu pitcher besar bir dan sepiring mix platter yang berisi calamari, onion rings dan udang goreng tepung untuk Sasha dan Raga.
1016.2K viewsCompletedAdded to Library 437 Times as alunan temu
Read
+Library
Mengandung Benih Mantan Setelah Berpisah

Mengandung Benih Mantan Setelah Berpisah

“Tadi habis renang, di foodcourt beli apa, Mas? Makanan yang pedes ya?” “Tadi ….” Bian berusaha mengingatnya karena tadi sewaktu renang, Aluna tidak ikut masuk. “Makan bakso.” Sampa sini, Aluna tahu kalau Langit mungkin menambahkan sambal di baksonya. “Kamu pakai sambel tadi?” tanya Aluna langsung menatap mata Langit untuk mencari kejujuran sang putra. “Eng-” “Jujur sama Mami, Langit!” bentak Aluna karena Langit masih berusaha mengelak. “Kenapa masih ngeyel juga!”
1022.8K viewsCompletedAdded to Library 593 Times as alunan temu
Read
+Library
CALON MERTUAKU

CALON MERTUAKU

“Iya, Bang.” “Balik hari apa nginap?” “Balik, eh, nginap, Bang.” “Yakin?” Alisnya bertaut seperti ibu tadi. “Iya, Bang.” “Soalnya kami ni empat hari lagi baru ke Pulau Sagu, dah tak ade penumpang lagi. Baik-baik kat Pulau Sagu, ye. Jangan asal cakap dengan orang, jangan asal nak terime makanan. Lagi elok kalau adik ni duduk je kat dalam rumah. Paham cakap Abang, Kan?” Duh bahasanya agak sulit aku mengerti.
108.2K viewsCompletedAdded to Library 326 Times as alunan temu
Read
+Library
TERJERUMUS TEMAN KOS

TERJERUMUS TEMAN KOS

Layla masih belum puas, mengaduk-aduk lagi tas belanjaannya sampai mengeluarkan semua belanjaannya ke atas meja dapur yang terbuat dari semen dan beralas keramik “Hahaha…. Jelek banget sih. Masa’ cantik-cantik gini dibilang Mak Lampir,” protes Alana tak peduli Layla sedang panik. “Mbak Lampir masih boleh. Jangan Mak laah.” Layla dengan enteng melempar satu kotak tempe utuh lumayan besar ke arah Alana. Meski sempat sedikit kaget tahu-tahu ada segelontor tempe terbang ke arahnya. Tapi dengan cekatan Alana berhasil menangkap sebungkus tempe yang dilempar sahabatnya itu.
105.0K viewsOngoingAdded to Library 190 Times as alunan temu
Read
+Library
BENALU

BENALU

Tapi yang di usir nggak nyadar dan memang tak tau malu. “Renovasi dulu rumah Ibu, baru kita akan pergi kalau itu mau mu,’ ucap Mas Angga. Aku melongo mendengar ucapannya. “What???” masih bibir melongo. Benalu adalah tumbuhan yang menumpang pada tanaman lain dan mengisap makanan yang ditumpanginya. Benalu dapat dijumpai dengan mudah pada pohon-pohon besar di daerah tropis. Begitulah mereka. Hanya bisa menumpang dan makan gratis di rumahku.
9.949.8K viewsOngoingAdded to Library 1.6K Times as alunan temu
Read
+Library
Pesan Mesra Untuk Suamiku

Pesan Mesra Untuk Suamiku

Dan tak mungkin jika Arkan tak melihatnya. "Ya, Tuhan.. aku harus bagaimana?" Lirih Aluna pilu. Dia tak sanggup bertemu dengan Arkan lagi. Esoknya, ada kejutan yang datang dari rumah makan yang berhadapan dengan warung ayam geprek ria. Sebuah plang nama besar tertanam dengan tiang di atas tanah. "Ayam Bakar Langit." Aluna dan karyawan warung ini terkejut bukan main saat melihat plang rumah makan yang ada di hadapannya.
108.8K viewsCompletedAdded to Library 245 Times as alunan temu
Read
+Library
ISTRI SIRI TENTARA  ALIM

ISTRI SIRI TENTARA ALIM

Alzam memang tau Lani mengkonsumsi tempe dengan cara di tem untuk perkembangan otak bayinya hinggah dia selalu menyimpan tempe di kulkas. "Mas,.. bukannya aku ghak mau, tapi Agna nanti,.." "Ayolah, aku mau makan sambal buatanmu." Sebuah kecupan di kening pun membuat Lani luluh. Dengan mendengus kesal, Lani akhirnya membuat apa yang diminta Alzam. Ikan asin kesukaannya pun telah disiapkan. Tak lama, Alzam sudah makan dengan lahapnya. Sampai tidak menoleh saat ada seseorang yang masuk.
1046.2K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as alunan temu
Read
+Library
Dimanja Om Tampan

Dimanja Om Tampan

Dan, apapun itu, Lilly akan menerimanya dengan tulus," jawab Tuan mahesa. "Setidaknya, dia merasa puas bisa menjadi menantu dari pria sehebat kamu, ” lanjut Mahesa, tersenyum sinis. Sementara itu, pria sialan yang diumpati tuan besar Aslan, kini tengah berada di atas mobil bersama Leo, dengan tujuan ke dermaga yang menghubungkan Batam dan Harbour Front Singapore. "Semuanya sudah siap?" tanya Elang sambil memasang masker, menutupi wajahnya.
1.2K viewsOngoingAdded to Library 31 Times as alunan temu
Read
+Library
Karma untuk Suami Pelit

Karma untuk Suami Pelit

Semuanya hancur gara-gara main hati dengan Alin. "Yo wis, sekarang mau makan apa?" Meskipun terkesan ketus, tapi tetap saja Mbak Nur menawarkan makanan. "Tempe mendoan saja dua, Mbak, sama air putih. Makannya nanti siang aja." Hari ini aku memutuskan untuk makan satu kali saja sehari. Pagi ini cukup sarapan dua buah tempe mendoan seharga 2.000, bonus air putih gratis.
1060.9K viewsCompletedAdded to Library 2.2K Times as alunan temu
Read
+Library
PREV
1
...
456789
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status