Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Alam dan Kita

Alam dan Kita

Bangun tenda telah berdiri kokoh didepan kabut dan bersih-bersih badan sudah selesai saatnya masak untuk mengisi perut mereka yang sudah kelaparan dari tadi. Kompor siap, dan perlatan masak sudah siap pakai mulailah masak dengan memutar lagu Taxi Band “Hujan Kemarin” Teriakan para pendaki di puncak dan sapaan pendaki yang ramah saling berbalas. Makanan sudah saji saatnya makan-makan tak lupannya membuat secangkir kopi dan cemilan untuk menunggu sunset datang. Jam empat lewat tiga puluh menit kabur menghilang sejenak hamparan- hamparan Gunung Gede Pangrango dan Gunung Salak mulai memunculkan keindahannya dan sang matahari menyinari dengan warna jingga menyala membuat para empat anak manusia
9.73.2K viewsOngoingAdded to Library 113 Times as alunan temu
Read
+Library
Is Beating

Is Beating

Dia hanya melihat ada jembatan lumayan panjang dan besar di ujung jalan. Karena sangat bingung Alluna bahkan lupa kalau dia bisa membagikan lokasi keberadaannya, namun beruntungnya Nathan yang masih bisa berfikir jernih mengingatkannya. “Kau bisa membagikan lokasimu?” “Baiklah tunggu sebentar!” Alluna kemudian mengirim di mana lokasi keberadaannya. “Sudah?” “Aku sudah menerimanya, tenanglah lokasimu tidak terlalu jauh aku akan segera sampai... bertahan dan jangan sampai terlihat olehnya! Alluna??”
1030.0K viewsCompletedAdded to Library 751 Times as alunan temu
Show Reviews (36)
Read
+Library
oneng
di bab 77 seolah author mo ngasih klu karena di bilang andre tersenyum atas kesedihan dan kebingungan aluna jadi kek seakan2 nih ya kalo andre sbenarnya ga ilang ingatn deh jadi kya sengja lupa 😅😅 wah seru thor
Nadia Oktavia
tadinya kirain paman aluna adalah selingkuhan istri tuan james ... eit suuzon dulu...ternyata salah wkwkwk andrew mau melamar aluna ini kayaknya, sukses andrew dan aluna...semoga bahagia selalu... sudah baca FUTAGO GA DAISUKI kakak KEREN kutunggu di GoodNovel ya 🥰🥰🥰 semangat terus buat kak Ratu
Read All Reviews
Terlena! Tusukan Mas Juki

Terlena! Tusukan Mas Juki

Mereka kejar-kejaran layaknya anak sekolah yang sedang bercanda. Disaat yang bersamaan, tiba-tiba terdengar ketukan pintu. Nadine dan Ana menoleh. Ana segera membuka pintu dan wanita itu terkejut ketika melihat wajah Juki sedang membawa sate pesanan Nadine. Pria itu nampak tersenyum manis. "Bang Juki!" "Ini pesanan sate Bu Nadine. Lima belas tusuk cabainya level sepuluh!" katanya meninggi Nadine datang mengambilnya.
9.878.1K viewsOngoingAdded to Library 1.7K Times as alunan temu
Read
+Library
Purba Sang Pemuas

Purba Sang Pemuas

Terpampang jelas sepasang payudara melimpah berhias pucuk merah muda yang mengeras tegak kedinginan. Membuka rahangnya lebar-lebar, Arya langsung melahap satu gundukan daging itu secara sangat rakus. "Aaaah! T-tunggu... hhh... g-gigitan kamu liar banget... j-jangan digigit keras-keras...." Geliat tubuh Nyonya Rina makin brutal, melupakan seluruh status sosialitanya. "Air susumu tidak keluar sama sekali, Betina. Kau pasti jarang memakan sumsum tulang belakang hewan buruan segar tangkapan langsung."
10.4K viewsOngoingAdded to Library 416 Times as alunan temu
Read
+Library
Kencan Buta Sang CEO

Kencan Buta Sang CEO

Tutur Aluna "Dia yang akan menghampirimu nanti karena Mama sudah mengirim fotomu pada Ibunya dan lagi kau hanya harus memasuki restoran itu lalu duduk di meja nomor 5. Kau mengerti?" "Baiklah." Sahut Aluna sebelum melangkah keluar meninggalkan rumahnya menghampiri taksi yang sudah menunggu di depan gerbang rumahnya. *** Taksi yang di tumpangi Aluna kini berhenti tepat di sebuah restoran mewah bintang 5 bergaya Eropa clasik. "Terimakasih, Pak." Ucap Aluna pada supir taksi lalu menyerahkan uang kepada supir taksi itu kemudian dengan langkah anggun memasuki area teras restoran.
2.7K viewsOngoingAdded to Library 97 Times as alunan temu
Read
+Library
PERJANJIAN ALANA

PERJANJIAN ALANA

Kapan lagi, bukan, Alana bisa merasakan dekapan hangat dari seseorang yang ia puja sejak dirinya masih menjadi pelajar sekolah menengah atas, yang lalu kini meski terpaksa, sudah pun menjadi suaminya. *** "Hari ini aku mau jalan-jalan ke wahana permainan." Celetuk Alana sewaktu ia sedang sarapan. Shahin melirik dengan kerutan di keningnya sesaat setelah mendengar itu. "Apa kamu nggak dengar kalau di luar sedang hujan deras, Al?" "Loh, aku kan nggak bilang harus sekarang, sore atau malam juga bisa. Lagipun, wahana permainan nggak cuma ada di kota ini aja," ucapnya enteng.
101.2K viewsOngoingAdded to Library 33 Times as alunan temu
Read
+Library
Alana Sang Nyonya Pewaris

Alana Sang Nyonya Pewaris

Jemarinya bergerak gesit. [Apa imbalannya?] Alana membalas dengan mengirim emoji jari tengah. “Sialan!” umpat Kendrik sambil terkekeh. Alana kembali mengetik sesuatu. Kendrik tidak sabar menunggunya. [.....]
975 viewsOngoingAdded to Library 19 Times as alunan temu
Read
+Library
Panggil Aku ALUNA

Panggil Aku ALUNA

*** Perjalanan yang cukup jauh dan melelahkan setelah melewati beberapa ruang kelas dan koridor sekolah yang sangat panjang pun terbayar ketika mereka sampai di kantin sekolah. "Bu pesen bakso beranak 1, gorengan tempe 2, gorengan tahu 2, bakwan jagungnya 3, es jeruk 1, sama cilok nya 5000 yah." ucap Aluna sembari menyandarkan tubuhnya ke kursi. "Iya neng Luna," Balas Bu Kantin dengan tambahan nama, karena Ia sudah sering bertemu dengan Aluna. "Lah masnya mau pesen apa?" tanyanya kepada sang pria yang duduk di sebelah Aluna.
108.2K viewsOngoingAdded to Library 206 Times as alunan temu
Read
+Library
BIANGLALA

BIANGLALA

gumamnya terkekeh kecil, ia berencana melangkahkan kembali kedua kakinya pergi dari sana “Tunggu dulu! Aku Luna, dan dua cowok ini termasuk salah satu pelajar yang ada di foto itu.” cegat Luna buru-buru “Ahh aku mengerti, ternyata kalian korbannya.” “Dia bilang apa?” bisik Bryan sangat pelan di telinga Luna “Bagaimana rasanya? Menyenangkan, bukan?” “Apa maksudmu?” “Tempat itu, kalian juga berasal dari sana, kan?”
2.7K viewsOngoingAdded to Library 101 Times as alunan temu
Read
+Library
MELEPAS BENALU

MELEPAS BENALU

Nuara menunjuk gambar ikan gurami bakar. "Apa lagi, minumnya apa?" Tanyaku. "Sudah Mah, minumnya air putih dingin saja," jawab Naura. Aku segera melambai kearah remaja tadi. "Mau pesan apa Teh?" Tanyanya dengan logat kental sunda. "Gurame bakar satu, nasinya dua. Cah kangkung dan ayam geprek," sahutku. "Kok nasinya dua Mah.. Ayah tidak dipesankan?" Tanya Naura. Aku melirik acuh kearah Mas Ronald.
9.4197.9K viewsCompletedAdded to Library 4.0K Times as alunan temu
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
9
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status