Hati yang Terbagi
Bagaimana malunya aku dia tinggal di restoran dengan lebih memilih perempuan itu.
"Alina, Mama jatuh sakit. Mama terus menanyakan kamu, Sayang."
Aku tersentak, Mama? Ya Allah. Mas Gunawan seakan mendapat celah untuk mendekatiku. Aku yang terpaku, dalam dilema yang menyapa.
"Puas kamu, Mas. Kamu menyakiti hati dua perempuan sekaligus." Aku menepis tangan Mas Gunawan, lalu mengusap air yang tanpa sadar jatuh begitu saja.