Cinta ke Dua Pak Direktur
"Tolong ya, Nona antah berantah—jangan menularkan perilaku abnormalmu kepada orang lain. Kalau kau gila, ya gila sendiri saja. Tidak usah menjerit-jerit segala di tengah jalan begini, kelakuanmu itu mengganggu ketenangan lalu lintas."
"Memangnya kau siapa berani menggurui? Jika aku gila, maka tidak ada orang waras seperti dirimu. Kau memilih bertengkar denganku, padahal jalanan ini masih sangat lebar untukmu bisa lewat. Jadi, pantasnya aku atau kau yang disebut gila?!"
Penuturan tersebut kontan meresap ke saraf-saraf sensorik Juna, dia meneliti sekitar mendapati situasi konkret sesuai ucapan si perempuan yang dia anggap tidak main-main absurdnya.
Hot Chapters