Bahagia Setelah Terusir
“Mmm … Sanad Gandaria itu, laki-laki dingin, introvert, tapi punya kharisma, sesekali mematikan juga.”
Sanad mengernyit.
Anita terkekeh. “Aku salut dengan istirmu. Oh, iya, tumben dia nggak ikut.”
“Kami dah bercerai.”
Sontak semuanya terdiam. Anita yang paling merasa bersalah.
“Maaf,” sesal Anita.
Sanad tersenyum tipis. "Tidak apa. Mungkin ini yang terbaik buat kami.”
Suasana menjadi canggung. Aditya mengaduk kuah merah yang mendidih di atas kompor dalam panci 2 in1. “Tadi wa katanya bbqan, kenapa malah ini,” gerutu Aditya.
Hot Chapters