Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Suamiku Jadul

Suamiku Jadul

Belum sempat aku cari, suami sudah berkata. "Dek, kudengar di sini ada gedung sate, kita ke sana yuk, pasti banyak jual sate," kata suami. "Siap, Bos!" jawabku seraya memesan taksi online menuju gedung sate. Kami pun berangkat. Akan tetapi aku dan Bang Parlin bengong ketika sampai, ternyata gedung sate itu bukan jual sate, tapi gedung yang cukup besar.
9.8582.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18.1K kali sebagai kisah nyata rumah tusuk sate
Tampilkan Ulasan (66)
Baca
+Pustaka
Kiki Sulandari
Semoga sajq kakaknya Nia bisa lebih mengendalikan kata katanya.... Waaah,bang Parlin sudah jngin berikan adik pada si butet Sari Sabar ya bang Parlin,tunggu sampai butet Sari berusia 1,5 tahun.........
Larose
suka sama ceritanya,ttg kehidupan sehari² yg bisa diambil pelajarannya dgn segala kelebihan dan kekurangan mereka,walaupun g yakin jg didunia nyata akan ada orang sepositif keluarga ParliNia,komennya jg bikin ngakak krn terbagi menjadi 2 kubu hahaha,good job Thor buat ceritanya ......🫰🏻
Baca Semua Ulasan
Suami Tak Ada Akhlak

Suami Tak Ada Akhlak

Matun melongo tanpa kata, merasa terkejut dengan apa yang dikatakan suaminya. Tidak lama, pesanan mereka pun datang. Sate yang perporsinya berisi sepuluh tusuk dan juga semangkuk gulai dengan tulang penuh daging melebihi kapasitas mangkuknya mengepulkan udara hangat pertanda baru saja matang.
1011.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 351 kali sebagai kisah nyata rumah tusuk sate
Baca
+Pustaka
RIVAL (KAU SIKSA ANAKKU, KUHANCURKAN HIDUPMU)

RIVAL (KAU SIKSA ANAKKU, KUHANCURKAN HIDUPMU)

tanya penjual sate. “Aku harus pulang sekarang, Mas. Anakku menunggu di rumah.” “Baik, nanti satenya taruh di bagasi saja.” “Iya, Mas. Sudah dibungkus?” “Ini baru mau dibungkus.” Sekar bangkit sambil sesekali melirik perempuan yang sedang makan sate. “Berapa, Mas?” “Sate sama gule jadi tujuh puluh ribu. Hujannya tambah deras, Mbak, apa tidak basah kuyup sampai rumah?”
1060.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai kisah nyata rumah tusuk sate
Baca
+Pustaka
SAYUR KENTANG LIMA RIBU

SAYUR KENTANG LIMA RIBU

“Kalo ngamplopnya cuma sepuluh ribu enggak usah ambil sate, nanti yang punya hajat rugi,” bisik Wulan pada wanita bergamis merah yang tengah menambahkan dua tusuk sate pada piring yang telah terisi nasi, lauk pauk dan tujuh tusuk sate. Wanita itu berbalas melirik kemudian berlalu sambil memasukkan satu tusuk sate ke dalam mulutnya.
1034.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai kisah nyata rumah tusuk sate
Baca
+Pustaka
Ujang Hoki Sang Penakluk Gadis dan Janda Kembang Desa

Ujang Hoki Sang Penakluk Gadis dan Janda Kembang Desa

Akibatnya, Pak RT harus menjadi tukang tusuk sate dadakan. “Kalau begini caranya, sate matang pas subuh nanti,” gerutu Pak RT. Udin tertawa. “Yang penting jadi, Pak RT… terutama yang penting kenyang!” Mereka kembali sibuk. Beberapa warga yang sudah datang duduk mengelilingi meja sambil mengobrol ringan. Botol minuman keras dan beberapa camilan desa sudah berjejer di atas meja.
1029.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai kisah nyata rumah tusuk sate
Baca
+Pustaka
Terjebak Gairah Liar Tante Sarah

Terjebak Gairah Liar Tante Sarah

kata penjual sambil mengangkat tusukan sate dari bara. Luki langsung bergerak ke arah gerobak. “Saya ambil dulu ya, Mbak.” Gladys tersenyum ke arah Mbak Ajeng. “Mbak tinggal di sekitar sini?” “Enggak jauh kok. Di gang sebelah situ,” jawabnya sambil menunjuk arah jalan kecil di belakang warung. “Saya kerja malam di café deket situ. Jadi sering mampir beli sate sebelum berangkat.”
1074.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai kisah nyata rumah tusuk sate
Baca
+Pustaka
Dijodohkan dengan Bos Super Galak

Dijodohkan dengan Bos Super Galak

Passionnya membuat perusahaan yang dipimpinnya semakin berkembang dan melesat. Sesampai di warung makan, Gatot memesan sepuluh tusuk sate dan gule kambing favoritnya. “ Suka sate kambing?” tanya oom Gatot. “ Sukaaahh, “ bisik Ghea tersenyum manja membuat Gatot gemas serasa ingin mencium bibirnya yang mengerucut seksi. “ Baby, mau gule kambing ?” tanya Gatot.
15.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 508 kali sebagai kisah nyata rumah tusuk sate
Baca
+Pustaka
Petaka Rumah Bekas Pesugihan

Petaka Rumah Bekas Pesugihan

"Ada. Namun, mungkin agak sedikit sulit karena inti permasalahannya ada dirumah ini. Rumah ini dulu adalah tempat untuk melakukan pesugihan." Deg. Jantung semua orang yang ada disana berdetak sangat kencang. Mereka tak menyangka jika rumah yang mereka huni untuk sementara waktu memiliki history yang cukup menyeramkan. Kejanggalan yang terjadi dirumah ini sudah mulai terkuak.
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai kisah nyata rumah tusuk sate
Baca
+Pustaka
Pusaka Warisan Semut Rangrang

Pusaka Warisan Semut Rangrang

​"Aduh, puji syukur ke hadirat alam semesta... untung saja jebakan jaring kawat titanium ruko remang-remang tadi mendadak ambyar leleh jadi kuah soto akibat disenggol tanduk sapi warga, sekarang saya bisa benar-benar fokus mengajak Miss Catherine lanjut kulineran jajan pasar tradisional Sukawati tanpa perlu dikotori hawa nafsu birahi liar setelan pabrik, cyiiinnn!" gumam Madun menghela napas lega sedalam-dalamnya sambil mengelap sisa debu logam di pundaknya, mencoba meresapi getaran asmara suci yang murni, adem, dan tulus tanpa ada lagi gangguan gaib lintas kelurahan yang selalu mengincar pusaka semut rangrang miliknya fajar ini.
67.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 162 kali sebagai kisah nyata rumah tusuk sate
Baca
+Pustaka
TETANGGA SEBELAH RUMAH

TETANGGA SEBELAH RUMAH

Lalu setelah kami semua selesai bersalaman dengan pengantin, kami semua menuju ke meja prasmanan tempat dihidangkannya makanan-makanan enak, yang membuat cacing di perut meronta-ronta meminta haknya. Mas Rian sedang sibuk mengambilkan makanan untuk anak-anak, aku melihat ke sekeliling ruangan ini untuk mencari si tetangga absurd itu, tapi dia nggak ada. Lalu di pojokan sana ternyata ada pondokan yang menyediakan sate, lalu aku pamit dengan Mas Rian untuk mengambil sate ke pondokan di pojok tadi. Di pondokan sate tersebut memang tampak ramai sekali, semua tamu sedang mengantri untuk mengambil gilirannya, tapi tetap saja tak menyurutkan langkahku untuk tetap kesana.
3.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114 kali sebagai kisah nyata rumah tusuk sate
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status