Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kembalinya Sang Pendekar Rajawali Dari Andalas

Kembalinya Sang Pendekar Rajawali Dari Andalas

"Di sana kau bisa menangis dengan diiringi gamelan, apa tidak hebat?!" "Menangis diiringi gamelan?" "Betul." Jawab Adipati Gadra sungguh-sungguh. "Ah… Aku jadi lebih sedih, kasihan pemain-pemain gamelan itu nantinya. Mereka tidak akan mampu mengikuti suara orang menangis… Pergilah kalian, aku mau menangis sampai mati."
103.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai lirik bumipun turut menangis
Baca
+Pustaka
Dewi Malam Sang Penyelamat CEO Impoten

Dewi Malam Sang Penyelamat CEO Impoten

So when I'm all choked up But I can't find the words Every time we say goodbye Baby, it hurts When the sun goes down And the band won't play I'll always remember us this way “Tega kamu Dewi.” Ucap Bagaskara setelah menepikan mobilnya di bahu jalan. Ia baru kali pertama menangis sesegukan karena seorang wanita seperti ini. Lovers in the night Poets tryin' to write We don't know how to rhyme But, damn, we try
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai lirik bumipun turut menangis
Baca
+Pustaka
Halalkan Aku Saat Hilal

Halalkan Aku Saat Hilal

Jawab kedua saksi dengan lantang. "Alhamdulillah." Seru kedua pihak Keluarga Burhan dan Mufid. Farida tengah menangis sesenggukan dipelukan Mafaza, tak lupa Maryam menangis haru untuk melepas sang Putra pada wanita pilihannya. Dari proyektor Mazaya tampak menitikkan air mata kebahagiaan didampingi Lin Jin Gouw dan Yunita disebelah kanan kirinya.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai lirik bumipun turut menangis
Baca
+Pustaka
Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi

Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi

Grep Tubuh Mayang seketika terasa kaku, namun suara isakannya masih terdengar walau samar. “Ma, ada apa? Kenapa Mama menangis?” tanya Bimo seraya menaruh kepalanya di bahu wanita itu. “Mama tidak menangis. Mama hanya kelilipan barusan… “ ucap Mayang berkilah. Bimo melepaskan pelukannya dan membalik tubuh Mayang agar menghadap ke arahnya. Dia dapat melihat wajah Mayang basah dan matanya membengkak. Diusapnya pelan kedua pipi chubby mama mertuanya itu dengan menggunakan jemarinya.
10883.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28.3K kali sebagai lirik bumipun turut menangis
Tampilkan Ulasan (52)
Baca
+Pustaka
Mrs.B
Maaf ya thor, izin promosiin novel teman ya. judulnya "DI ANTARA SUAMIKU DAN SAHABATNYA: RAHASIA DI BALIK KEHAMILANKU." Premis: Seorang istri yang terjebak di antara suami dan sahabat suaminya harus menyimpan rahasia kehamilan yang bisa menghancurkan pernikahan sekaligus persahabatan mereka.
Nickie
izin promosi: judul: kehidupan kedua pangeran author: nickie yang suka cerita regresi, misteri, menyelamatkan keluarga dan bumbu romance bisa dicoba baca di sini... saya tunggu sarannya ya untuk perbaikan ke depan
Baca Semua Ulasan
Kami Bisa Tanpamu Mas

Kami Bisa Tanpamu Mas

tanyaku, seraya mengambil alih Bumi dari gendongan Mbak Rima. “Ibu!!” teriak Bumi saat melihatku, tubuhnya berkeringat, sedang apa mereka tadi, sampai-sampai berkeringat gini. “Bumi kok menangis, Nak? Ada apa? Langit, adek Bumi kenapa, Sayang?” tanyaku lagi.
1061.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai lirik bumipun turut menangis
Baca
+Pustaka
Suamiku Pura-pura Lumpuh Untuk Membalas Ibunya

Suamiku Pura-pura Lumpuh Untuk Membalas Ibunya

Saya yang sebenarnya sudah sadar dan hanya berusaha menutup mata akhirnya mendengarkan percakapan ibu dan Tania yang terlihat kegirangan atas berita yang seharunya di anggap sebagai duka. "Lalu apa untungnya untuk kita, Buk, bukannya malah menyusahkan?" Tania bertanya saat itu dengan nada suara yang terdengar begitu bingung. Mungkin wanita itu bingung melihat ibunya yang sudah kegirangan. "Ah, kah bodoh sekali Tania! Bukankah semua harta Papa diserahkan padanya?" "Lalu?"
9.911.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 440 kali sebagai lirik bumipun turut menangis
Baca
+Pustaka
Pembalasan Istri Sah: Identitas Tersembunyi Rani

Pembalasan Istri Sah: Identitas Tersembunyi Rani

Ucap Rani. "Maafin ibu ya nak, maaf karena sudah membuat kamu sakit hati dan menderita." Bu Nining menangis sesenggukan, begitu juga Tari. Rani sedikit kaget dan bingung, kenapa mereka berdua menangia seperti itu. Akhirnya Rani malah ikut menangis karena terbawa suasana.
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai lirik bumipun turut menangis
Baca
+Pustaka
Dari Kuli Bangunan, Menjadi Pengusaha Kaya

Dari Kuli Bangunan, Menjadi Pengusaha Kaya

pinta Abah Jaya seraya memohon kepada Bowo,mendengar ucapan Abah seketika dada Bowo merasakan sesak karena menahan tangis nya,hal yang sama pun Bik Inah rasakan saat mendengar Abah Jaya bicara seperti itu tapi karena Bik Inah seorang perempuan maka dia lebih cepat untuk menangis,seakan tidak tega melihat majikan nya yang bersedih,maka Bik Inah pun memilih untuk kembali ke dapur dan di dapur dia bisa dengan leluasa untuk menangis. "Abah jangan sedih,Bowo pasti akan sering mengunjungi Abah,apa pun itu kita ini adalah keluarga Bah,walaupun Mbak Bulan sudah tiada,tapi jiwa nya tetap ada di sini Bah,"sahut Bowo dengan nada suara yang sedikit terbata-bata. "Abah kehilangan putri Abah satu-satu nya
105.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai lirik bumipun turut menangis
Baca
+Pustaka
Istri Yang Tidak Di Inginkan

Istri Yang Tidak Di Inginkan

Entah kenapa dia yang jarang pernah menangis ini begitu sedih ketika melihat wajah kakak sulungnya. "Makasih Mas udah jagain aku, ibu dan kak Ara selama ini setelah Abah enggak ada" ujar Bima tulus menatap kakanya dengan mata memerah, berusaha sekuat tenaga untuk tidak menangis. Akan sangat malu sekali jika dia menangis, apalagi di hadapan kakak sulungnya.
3.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai lirik bumipun turut menangis
Baca
+Pustaka
Ketika Istriku Minta Talak

Ketika Istriku Minta Talak

Turud merasakan, susah maupun senang hidupku. “Terima kasih, kalian begitu peduli,” lirihku. Air bening seketika luruh di pipi. “Ibuk, kita kalah? Kita harus pergi dari rumah ini, ya?” Bik Anik yang pertama memeluk kakiku. Lalu diikuti Bik Las. Mereka menangis sesegukan. Rika hanya menatap, karena kesulitan menggendong Radit. “Hey, kenapa kalian menangis? Kita enggak kalah! Kita menang!” sergahku heran.
10405.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16.2K kali sebagai lirik bumipun turut menangis
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status