Salah Sebut Nama Panggilan
"Beneran, aku masih sendiri. Gak tahu gak ada yang mau, banyak yang deketin cuma kok hati gak cocok kalau dijadikan istri alhasil ya cuma buat teman ngopi aja biar gak disangka bujang lapuk yang kagak laku."
Gelak tawa terus menghiasi wajah Jaka hingga perlahan Sarah ikut tertawa, sejak dulu Jaka tak berubah selalu menghibur, orangnya humoris dan perhatian, Sarah selalu merasa nyaman jika sudah bermain dengan Jaka.
"Eh, aku kayaknya harus pergi deh. Simpan nomormu di sini," ucap Jaka memberikan ponsel pada Sarah.
Sarah awalnya ragu, dia cukup lama berpikir.
Hot Chapters